Ramadhan 10 : Celoteh Melulu Lagi

sandal jepit | sandal dengan pautan untuk jempol kaki dan jari kaki lainnya;

Konon, sumber penderitaan manusia adalah keinginan. Karena dengan keinginan, manusia akan berharap. Celakanya, kebanyakan orang berharap pada orang lain atau keadaan tersebab. Makanya seringkali kecewa kalau ternyata apa yang ia perhitungkan tak tepat persis perkiraannya.

Seperti halnya hubungan antar manusia. Jika yang satu mengira demikian dan demikian, maka yang lain mengira tidak yang demikian melainkan yang demikiun, terjadi lah ketegangan yang akhirnya tak jarang menimbulkan konflik. Baca lebih lanjut

Iklan

Ramadhan 09 : Hijrah?

Sejak booming yang syar’i-syar’i, istilah hijrah juga jadi populer. Terutama dalam hal busana, bil khusus busana muslim.

Orang disebut berhijrah ketika ia yang dulunya berpakaian dengan model tidak menutup aurat, kemudian kini berpakaian muslim yang menutup aurat, terutama di hijab-nya. Begitu pun perkara yang berkaitan dengan trend busana ini yaitu soal pacaran. Orang disebut berhijrah ketika ia yang dulunya tenggelam dalam asyik-masyuk pacaran, kemudian kini tidak berpacaran lagi dan lebih memilih ta’aruf atau menikah langsung saat didekati buaya, ups! laki-laki maksudnya 😛   Baca lebih lanjut

Ramadhan 08 : Celoteh Melulu

al-qur’an | kitab suci terakhir umat muslim

Ada sebuah judul kolom koran yang saya tangkap secara tak sengaja saat antri beli es teh di warung. Yaitu “Mencintai al-Qur’an”. Begitu tulisnya.

Saya pun terpekur sejenak. Pikiran lantas berebut mengeluarkan kata-kata untuk mengomentari apa yang mata lihat. Setelah kalimatnya tersusun, saya mulai ambil sikap dalam hati dengan pertanyaan kurang ajar : Ngapain mencintai al-Qur’an? Apanya yang dalam al-Qur’an yang harus dicintai?
Baca lebih lanjut

Ramadhan 06 : Simpel yang Asik

bocah belajar shalat

Acara Simpel

Setelah dua hari mencoba sedikit OOC, yaitu berbuka puasa di luar, saya akhirnya kembali ke kebiasaan lama. Berbuka di rumah dan tarawih di masjid yang ada di samping asrama. Masjid kesayangan kedua saya.

Alasannya sederhana. Saya gak mau repot. Dulu, saat belum jadi anak asrama, saya suka nebeng motor teman untuk safari tarawih (Ingat! Bukan safari berbuka :mrgreen: ). Tapi, saat ini jika saya ikut safari berbuka, saya akan boros bensin dan pulang jam 9 malam. Itu belum makan. Belum tilawahan. Dan belum bikin draft postingan juga he he 😛 Intinya, tidak efisien. Makanya saya malas berbuka di keluar.

Pragmatis banget… Baca lebih lanjut

Ramadhan 05 : Celoteh Lagi

puzzle alfabet kayu | feel atau ra.sa

Kata ‘Jawa’ memiliki dua makna. Yang pertama bermakna geografis, yaitu pulau Jawa. Sementara yang kedua bermakna simbolis, yaitu identik dengan orang yang sudah mengetahui rasa.

Dalam kesusteraan Jawa Klasik, ‘rasa’ memiliki makna yang sangat dalam, yaitu hati nurani. Dalam bahasa aslinya, Sansakerta, ‘rasa’ memiliki makna air atau sari buah-buahan atau tumbuhan. (Wawan Susetya)

Baca lebih lanjut

Ramadhan 04 : Buku Baru yang Menarik

tan.da | yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu, gejala, bukti, lambang; pengenal, petunjuk

Merupakan Buku Hasil Riset Terbaru

Saya benar-benar senang beli buku model begini. Apalagi hasil riset tersebut berada di wilayah psikologi dan pendidikan plus yang ada bau-bau filsafatnya. Bukan berarti saya berpaling dari bidang hukum yang saya pelajari selama sekolah. Hanya saja bidang ini sesuai dengan level ke-saya-an saya yang paling saya, yaitu level intrapersonal.

Judulnya “Kecerdasam Semiotik : Melampaui Dialektika dan Fenomena” karya Yasraf Amir Piliang dan Audifax. Buku ini adalah hasil penelitian beliau selama sekitar 2,5 tahun yang mana merupakan pengembangan dari penelitian ‘Kecerdasan Semiotik’ yang dilakukan tim yang diketuai oleh Yasraf Amir Piliang sebelumnya yang waktu itu masuk sebagai penelitian penelitian Riset Unggulan yang diadakan oleh DIKTI. Baca lebih lanjut

Ramadhan 03 : Awal yang Tidak Keren Berakibat Pada Ending yang Kacau

tak.jil | makanan yang disajikan saat berbuka puasa

Niat Picik dan Akibatnya.

Selama kuliah dan mengalami Ramadhan di perantauan, saya tidak pernah berburu bukaan gratis yang biasa disediakan masjid-masjid. Dulu saya hanya “berburu” suasana tarawih di beda masjid saja. Apalagi masjid-masjid yang punya sejarah.

Baru kali lah ini saya melakukan safari berbuka bersama teman. Benar-benar pengalaman asing… Baca lebih lanjut

Ramadhan 02 : Tanya Tentang Malaikat

es krim | sajian dingin yang dibuat dari susu, kuning telur, kepala susu, dan gula, berupa massa yang lembut dan halus

Tatkala moderator memberi pengumuman agar saf laki-laki dimajukan karena jama’ah yang baru datang tidak kebagian tempat, kami sempat berteori :

Kalau perempuan yang disuruh maju ke saf paling depan, pasti responnya lama. Dalam beberapa detik setelah pengumuman moderator agar saf paling depan diisi dulu (jangan ngagoronyok di belakang), perempuan pasti masih diam. Kasak-kusuk. Melakukan beberapa hal. Semacam membenarkan kerudung, membereskan tas, de el el.

Gak seperti laki-laki yang disuruh maju ke saf lebih depan itu. Laki-laki kalau dusuruh maju suka langsung berdiri dan mengondisikan diri.

Perempuan? Rempong.

Baca lebih lanjut

Ramadhan 01 : Sebuah Celoteh

gu.la-gu.la | penganan yang dibuat dari gula, permen

Suka Ramadhan.

Well, artikel ini memang terinspirasi dari buku nyentriknya Rusdi Mathari, “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya”. Isinya berupa esai-esai seru yang dulu sempat nangkring di web mojok.co sebagai serial edisi Ramadhan.

Di halaman pertama, saya digusuhkan pernyataan yang membuat saya tertawa lahir-batin. Nanti saya sertakan di akhir sub ini. Baca lebih lanjut