Sastra untuk Pendidikan

Menyoal Kualitas Pendidikan

LIS.TEN | pic via pinterest

Sesuatu yang telah jamak diketahui bahwa globalisasi yang kemudian memunculkan generasi materialis-konsumeris-individualis mengakibatkan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat makin terdistorsi. Solidaritas sosial makin rapuh, kekerasan sosial merebak, dan aspek-aspek kehidupan makin tergiring ke arah neoliberlisme. Menurut YB Mangunwijaya, dalam suasana inilah kemudian pendidikan dikemas sebagai komoditas dan pemerolehannya sebagai persaingan. Berbasiskan kecenderungan hasrat politik (berkuasa) dan ekonomi (keuntungan), substansi pendidikan filosofis tergeser kepada ancangan pragmatis. Akibatnya, banyak orang berpendidikan tetapi sesungguhnya tidak terlalu banyak menunjukkan kualitas keterdidikannya. Baca lebih lanjut

Iklan