Adil dalam Sorotan 🐦

Enggak fair!

Kedua pihak resah saat mengetahui porsi bagi usaha antara si pemodal dengan si pengusaha tidak setara dalam hal persen. Kenapa posisi daya tawarku kurang? Tanya si pemodal lesu. Uzur tak melaku-ku dihargai serendah itu oleh kalangan kuat gawe? Di sisi lain, kenapa dia menuntut nisbah sama sedangkan yang menanggung risiko modal adalah aku? Keluh si pengusaha. Enteng banget dia cuma gelantar-gelontor duit sedangkan aku sekadar numpang mburuh, yang itu pun hasilnya masih dikecup olehnya. Sama rata pula!
Baca lebih lanjut

Iklan

Level Curiga

Ada mainstream populer yang menjadi ciri era mileniel ini. Yaitu budaya curiga. Di tengah derasnya aliran informasi, barang tentu dibutuhkan sikap selektif terhadap apa yang tersaji di jagat publik. Bukan saja soal verifikasi berita, termasuk juga mengetahui seluk beluk si pemberita. Jika dikenal sebagai tukang tipu, seakurat apa pun gagasan yang ia sampaikan; kecil kemungkinan keberadaannya diacuhkan. Baca lebih lanjut

Penyakit Kutu (yang Ngaku Suka Baca) Buku

Di postingan kali ini saya akan pura-pura jadi dokter. Saya akan mendiagnosa (atau mendiagnosis? Serah!) beberapa penyakit yang muncul dari kebiasaan bercengkerama dengan buku, termasuk sugesti-sugesti tentang membaca. Dan di sini saya akan menunjuk kambing hitam atas segala penyakit yang menimpa. Baca saja, siapa tahu terhibur. 😁

Berikut beberapa penyakit yang menimpa kalangan kutu (yang mengaku suka baca) buku; selanjutnya disingkat Si Kutu. Saya kategorikan berdasarkan tingkat penderitaannya. Saya sebut menderita karena orang sakit, ya pasti menderita, bukan? Baca lebih lanjut

Salah Paham dan Drive Sebuah Plot

Malam Ahad tadi banyak orang pada nobar film PKI. Saya yang rencananya pengen nonton ke bioskop film Pengabdi Setan di jam midnight tapi tidak jadi karena gak ada teman yang suka film horor akhirnya merengut sendiri di rumah. “Andaikan gue cowok, gak bakalan terlalu aneh hang out sendiri di malam larut ketimbang cewek. Cih ….”

Meski tak terlalu mengerti dengan PKI, sepertinya ada yang menarik dari salah satu fragmen kisahnya : Baca lebih lanjut

#UNDUH RAHMAT

Topik Rahmat dalam koridor berpikir ilahiah dan pada ‘korpus’ Islam (yeah, actually Islam is not a corpus, but let’s say so for respect world diversities 😀 ) khususnya yang diposting oleh bloger platform gratisan lagi bertajuk personal di jagat raya ini, mestinya sudah banyak yang bahas. Jadi, saya mau langsung saja simpulkan hal-hal actionable soal Rahmat yang saya kira merupakan percik-percik api semangat dalam aksi #UnduhRahmat masing-masing kita. Iyeay!
Baca lebih lanjut

Pada Sebuah Pembacaan

Pembacaan adalah pembacaan | pinterest

“In you, there’s more than you.”

Lemah = Kuat = Baik

Pada sebuah pembacaan, kelemahan adalah sumber kekuatan manusia. Dari mana datangnya kekuatan, bukan selalu perihal penguasaan terhadap keadaan lawan, baik secara fisik maupun mental. Adakalanya kekuatan timbul dari keberanian. Rasa berani itu sendiri justru muncul akibat ada rasa lemah.

Rasa lemah memaksa manusia berpikir. Bagaimana caranya agar ‘aku’ berada, bagaimana agar ‘aku’ tidak ditelan sejarah. Pada akhirnya manusia merasa tak ada pilihan lain selain ‘menjadi berani’ dan membangkitkan kekuatan dengan tekad. Pada pembacaan lebih produktif, manusia menjadi lebih cerdas dalam membaca ‘tanda-tanda’ peluang. Baca lebih lanjut

Dari Pak Guru ke Pikiran Saya

Ini teman-teman (celeno) saya, saya yang fotoin. Yang di tengah adalah Master kami. Wakalas saat berada di IPA 1 selama 2 tahun. We are ADIDAS alias Anak DIDik A Satu atau Anak DIdik DAdang Suherman. Iyeay!

Alkisah, sekawanan anak bebek kami berkumpul di titik persimpangan untuk bersilaturahmi ke rumah Pak Guru Wakalas SMA.

Singkat cerita, sekawanan anak bebek (ok, saya mulai suka istilah ini) ini duduk lesehan saling melingkar. Pembicaraan kala itu seputar kuliah, kesibukan dan jodoh. Well, jujur saja, tidak ada yang begitu spesial dalam pembicaraan tersebut sampai ada dua ungkapan Pak Guru yang membuat saya tertarik. Baca lebih lanjut