Seperti Mencintaimu, Aku pun Mencintai Diriku Sendiri

Sebenarnya judul ini terlalu #apaseh? Tapi, memang yang mau saya tulis di sini kurang lebih tentang cinta…hemm… mungkin bukan juga sih. Entah. *malah gak jelas #tabok
Cinta itu menyenangkan jika itu masuk akal. Jika cinta itu buta, berarti pelakunya sakit. Kalau pelaku tidak mengakui dia sakit, bisa jadi dia masokis #apaseh?

Yang jelas, yang membuatmu mempertanggung-jawabkan perbuatanmu adalah alasan tindakanmu. Kalian bertindak secara sadar, bukan? Cinta juga kesadaran. Makanya harus dijalani secara masuk akal. Hm. Ini maksa banget gak, sih? Ok cukup. Ada yang mulai baper :mrgreen: Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika kamu dan buku punya frekuensi getaran sama, kalian akan beresonansi, dan secara ideal akan menciptakan gelombang yang memberdayakan sekitar

Buku itu cermin pikiranmu.

Yeay! Akhirnya saya  update lagi setelah seminggu hilang tanpa jejak :mrgreen: Kalau lagi di rumah memang malas untuk buat draft artikel. Lagipula, saya kan lebih suka mengonsep ketimbang mengeksekusi #tabok

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kamu adalah apa yang kamu baca. Goal achievement seseorang bisa dinilai dari koleksi perpustakaannya, terutama buku yang paling sering ia pegang. Keintiman kamu dengan buku (dengan tema) tertentu itu (bisa jadi buku lebih dari satu) sesungguhnya mencerminkan apa yang sedang kamu pikirkan dan akan lakukan. Baca lebih lanjut