Menunggu Komik

Wello, siapa yang suka komik?

Saya pun, saya pun. Hanya saja, saya ini penyuka komik anyaran. Baru dua tahunan lalu saya jatuh cinta pada komik. Awalnya, saya tidak suka komik karena bingung gimana cara membacanya. Kiri-kanan atau kanan-kiri? Dibaca teks di balonnya dulu, atau dipandangi gambarnya dulu? Argh, jad pusing kepala berbi! Belum kalau membaca komik daring yang pakai bahasa Inggris. Huh! Males rasanya. Baca lebih lanjut

Iklan

Surat Pertama

Untuk Mikaela yang kusayang,

Apa kau sudah mandi? Jadi, siap dengan tubuh wangi dan mulai membaca suratku?

Haha. Harusnya aku bertanya kabarmu dulu. Kuharap kau terkekeh mendapat humor anehku.

Mikaela, apa kabar? Masih suka makan nasi, kan? Orang Indonesia itu mesti makan nasi.

Mikela, kurasa aku perlu mengatakan ini.

Saat mulai menulis, aku tahu tantangan terbesarku adalah sabar. Benang kusut dalam pikiran ini perlu waktu agak lama untuk sampai tertenun menjadi kain yang lembut. Sesungguhnya kau tak usah menoleh, Mikaela. Aku di sini tersenyum. Hanya saja ilalang tinggi menghalangiku. Daunnya melambai gemulai membuat bibirku jadi gatal.

Kedua, dengan sangat percaya diri aku bisa mengatakan ini.

Kita berdua sama-sama sadar tengah memupuk rasa. Rasa yang menyenangkan hati. Rasa yang memanjakan sanubari. Tapi aku sebenarnya penasaran, kemanakah tepatnya arah labuhmu kelak? Dan, oh! Kenapa juga aku harus tahu? Mikaela, kau bebas. Dan aku bebas mencintaimu. Begitu, kan?

Dengan bahasa, aku menorehkan rasa. Dengan bahasa, aku melukiskan cinta. Kuharap ini dapat menjadi manifestasi kasih sayang seorang manusia. Aku tahu kata-kata dapat mengerdilkan makna. Tapi Mikaela, aku tak tahan. Aku terlalu sering ‘membaca’. Soal perilakumu, soal pikiranmu, soal gelagatmu. Aku menebak-nebak kau begini dan begini. Menyenangkan. Lalu kau menaggapinya dengan senyum imut. Bagaimana bisa aku tak berkeinginan untuk menulis?

Lagipula, banyak orang berkata : membaca akan membuatmu menulis.

Terbukti, Mikaela.

Terakhir, yang kuingat darimu adalah kebaikan. Sedikit kesombongan dan terkadang keisengan. Pernah kau menyebalkan, tapi aku segera lupa karena aku sadar kalau aku jatuh cinta padamu.

Dalam banyak hal, ceriwismu membuatku tertawa senang. Keangkuhanmu membuatku tersenyum malu-malu. Kesederhanaanmu membuatku benar-benar malu. Dan diammu membuatku banyak belajar.

Oh, Mikaela, jangan pikirkan ungkapan di atas seperti lagi dangdut, ya. Kau bukan Pria Idaman. Dan pria idaman yang ada dalam lagu dangdut itu pasti sudah jadi kakek-kakek sekarang. Mikaela bukan kakek-kakek!

Salam.

Mat Yakin : Sebuah ARC

Pic dari wikipedia

The Chronicle of Mat Yakin

Genre      : action, historical
Penulis    : Richard Kemen (@TutanKhemen)
Media      : wattpad
Jml bab   : 26+ (prolog dan 1 part ‘prelude’)
Status       : ongoing
Rating      : 8/10

Apa yang ada di pikiranmu ketika berbicara soal Kesultanan Malaka? Wilayahnya yang luas dan hasil palanya yang melimpah? Atau potret kota pelabuhan paling populer seantero Nusantara dengan jalur dagangnya yang strategis? Atau sosok laksamana Portugis, Alfonso de Albuquerqe, yang dengan tamaknya memboyong berton-ton rempah dan emas rampasan perang tapi malang kapalnya dihantam badai dan tenggelam di perairan Malaka? Baca lebih lanjut

SKRIPSI – Never Ending Story

Pernahkah kalian bertanya, kenapa hanya skripsi yang diilustrasikan sebagai perjuangan epik mahasiswa sementara tesis atau disertasi tidak? Rasanya, yang sering dikeluh-kesahkan mahasiswa di jagat maya atau di jagat riil adalah soal skripsi. Bukan soal tesis atau disertasi. Apa sebenarnya bikin tesis atau disertasi itu gampang? Baca lebih lanjut

Meniqa eh Meniqa~

 Ehem!

Konon, tatkala dua orang singgel berbicara, apapun konten yang sedang mereka bincangkan niscaya lama kelamaan akan menjurus pada pasal ‘kapan meniqa?’.

Ini wajar. Ketika usia menginjak angka 23 ke atas, ada semacam kekhawatiran soal kapan dan bagaimana rumah tangganya dibangun kelak. Mberudul-nya undangan niqa kawan, bukannya bikin hepi, malah bikin keki. Terus gue kapan?! Baca lebih lanjut