Chat yang Bikin Nostalgia

Dalam beberapa hari terakhir ini saya mendapati diri seringkali menerima dan mengirimi teman chat-chat yang berbau pembullyan. Yah, tidak membully betulan, kami hanya bercanda. Hal ini kemudian mengingatkan saya pada masa-masa bersama dulu. Entah si teman yang memang tipikal suka bercanda atau saya yang lucu, kami seringkali membentuk obrolan yang berbeda dari kebanyakan orang.

Tanpa harus membicarakan orang lain untuk membangun suasana humor, berikut penggalan obrolan kami di chat beberapa hari terakhir. Silakan simpulkan saya cocok jadi komedian apa tidak 😁 Baca lebih lanjut

Iklan

Parade Sebelum Lebaran : Sunshine Blogger Award

Saya kaget tiba-tiba Bang Desfortin memberi message via WA tentang ternominasinya saya dalam award ini. Saya kira beliau hanya jahil belaka atau sedang mencoba trend Mama Minta Pulsa. Waktu itu saya agak kelimpungan membaca postingannya karena sedang kumpul bukber bersama kawan SMA.

Walhasil, setelah dicek secara saksama, award ini ternyata perihal asik-asikan saja karena saya tidak menemukan siapa host award ini. Kedua, yang paling penting, tidak ada hadiahnya. Ha ha…

Dan seperti namanya, award Sunshine Blogger, nampaknya memberi kesan bahwa yang menerimanya adalah blogger yang postingannya bersinar (let say akibat stats-nya yang tinggi) atau malah orangnya yang mengeluarkan sinar semacam glow in the dark. Entahlah, saya kurang paham. Tapi karena menarik, saya terima saja award ini. Meski tak ada hadiahnya, itung-itung ngaraketkeun silaturahmi antar sesama blogger saja. Dan big thanks juga buat Bang Des sudah link saya dalam artikelnya tersebut.

* * *

Sebenarnya award ini lebih mirip challenge. Untuk yang tertarik (maksudnya yang saya tarik nanti), berikut aturan mainnya :

  1. Terimalah orang yang menominasikan Anda dalam posting blog dan link kembali ke blognya.
  2. Jawablah 11 pertanyaan yang diberikan oleh orang yang menominasikan Anda.
  3. Nominasikan 11 blog baru untuk menerima penghargaan dan tuliskan pertanyaan baru.
  4. Cantumkan peraturan dan tampilkan logo Sunshine Blogger Award di postingan Anda (bisa copas pic dia atas).

* * * 

Ini pertanyaan Bang Desfortin untuk saya. Akan saya jawab secara singkat saja karena kalau kepanjangan takut malah curhat :mrgreen:

(1) Apakah bakat menulis itu memang ada, atau itu hanya omong kosong? Mohon alasan logisnya!

Wah, biar saya intro dulu supaya tidak dianggap hoax. Saya orangnya kadang kurang logis. Titik. Jadi jawaban saya : bakat menulis itu ada. Kalau mengikuti penjelasannya Pak Agus Haryo Sudarmojo (penulis buku DNA Muhammad), bakat menulis bisa dimaknai dengan sifat cenderung senang curah gagasan dalam bentuk tulis (gen yang menyebabkan sesuatu, yaitu pandai menulis). Gen yang terkait dengan sifat-sifat pembentuk manusia atau yang sifatnya menyebabkan sesuatu dapat diaktifkan melalui cara berpikir. Jadi, bakat menulis yang masih off di tubuhmu tidak akan pernah jadi bakat kalau tidak diaktifkan. Atau dalam kata lain, jika tidak diaktifkan, maka kamu akan bilang ‘tidak punya bakat’. Padahal setiap orang punya potensi untuk ‘sesuatu’.

(2) Mengapa Anda memilih blog gratisan di wordpress?

Ah, selama yang gratis masih ada, kenapa tidak? Toh, saya tidak berniat untuk monetizing. Kalau untuk bisnis, saya lebih suka di bidang ekonomi riil saja. Jadi pedagang siomay misal. Dan perihal memilih wordpress, karena lebih enteng load-nya di HP ketimbang blogspot.

(3) Pilih mana, blog niche atau gado-gado? Mengapa?

Kalau saya berpikir profesional, pasti saya pilih blog niche. Banyak anime yang saya tonton, chara utamanya selalu punya SATU mimpi, dan dia KONSISTEN sampai akhir kisah untuk menggapai itu. Seperti Hoshitani Yuuta (anime Starmyu – anime musikal) yang bermimpi untuk bisa sepanggung dengan orang yang ia kagumi. Atau tim Demon Devil Bats yang ngebet ingin mengalahkan tim White Knight di anime Eyeshield 21. Tapi saya memang tidak berniat jadi pro di dalam dunia blogging. Blog cukup sebagai sarana latihan menulis saja. Jadi blog saya masih gado-gado.

(4) Sejauh mana pentingnya blogwalking dan saling komen untuk meningkatkan stats blog Anda?

Penting. Dengan blogwalking dan komen pastilah jejak kita ditelusuri balik oleh si dia yang kita kepoi blognya. Lama-lama stats makin meningkat. Tapi jangan lupakan update postingan berkualitas juga. Supaya blogger lain tidak asal kesasar saja hehe :mrgreen: *saya usahaken~

(5) Pernahkah Anda mengalami Writer’s Blog (mungkin writer’s block) dan bagaimana cara Anda mengatasinya?

Hem. Setiap orang yang masih berperasaan pasti mengalaminya. Writer’s block itu timbul dari rasa berupa jenuh, diterjemahkan akal berupa tak ada ide dan dieksekusi oleh tindakan berupa kemalasan.

Kalau saya mengalami ini, saya tinggal berhenti menulis dan mencari pelarian saja, semisal hunter buku hingga otak ini kembali tergelitik untuk menuliskan sebuah opini. Writer’s block saya memang biasanya akibat kurang baca atawa kurang ngaji :mrgreen: Jadi, kalau sudah ada ‘teori’ dari buku, gelitik-gelitik di otak itu bisa segera saya garuk.

(6) Apakah Anda aktif di media sosial dan mengapa? Kalau Anda berkenan memberitahu, sebutkan!

Oh berkenan sekali Bang Desfortin. Kan ini salah satu bentuk promosi he he. Media sosial itu memiliki fungsi sebagai celoteh singkat saja. Semacam media untuk menyampaikan kuot-kuot. Sayang kalau punya kuot ganteng tapi tidak dibagi. Membagi kebahagiaan kan termasuk ibadah. Saya sering merasa bahagia sehabis membaca suatu buku. Facebook saya : Mulya Saadi sementara Instagram saya  : @mulya.sama. Silaken kalau mau kepo. Hati-hati tapi :mrgreen:

(7)  Bisakah Anda menyebutkan postingan blog Anda yang paling berarti bagi Anda dan mengapa?

Pertanyaan sulit. Boleh pass? Pasalnya saya tidak menemukan jawabannya. Semua postingan saya acak-adut. Kalaupun blog After Reading Panic diblokir, ya saya tidak merasa kecewa atau apa, wong isinya cuma postingan curhat kok.

(8) Apa mata pelajaran favorit atau yang paling Anda sukai ketika masih sekolah, dan alasan Anda menyukainya?

Hem. Tidak ada Bang. Semua mata pelajaran menarik dengan caranya masing-masing. Pada dasarnya saya memang suka belajar. Jadi pelajaran apapun bisa terkategori favorit tergantung motifnya. Tapi kalau pertanyaannya berupa “Apa mapel yang paling bagus nilainya”, saya jawab : Biologi. Dulu pas bocah saya bercita-cita jadi zoologist.

(9)  Apa arti guru bagi hidup Anda? Apakah Anda setuju kalau guru itu disebut pahlawan tanpa tanda jasa?

Wah, saya mesti hati-hati pada pertanyaan ini pasalnya Bang Desfortin ini seorang guru khi khi. Guru itu sangat berarti bagi saya. Baik guru formal maupun guru nonformal, mereka adalah pembuka kesempatan bagi saya mengetahui banyak hal. Bahkan sampai sekarang saya ingin sekali dapat seorang guru yang senantiasa memberi nasihat pada saya. Bang Des mau jadi guru saya? 😛

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ya, memang kenyataannya begitu bukan? Maksudnya ini sudah jadi anggapan umum bahwa guru tidak punya penghargaan tanda jasa atau bintang pangkat khusus seperti di militer. Padahal tugas guru setara dengan pertahanan dan keamanan negara. Hanya bentuknya saja dalam bentuk pendidikan intelektual dan moral. Sosok guru adalah representasi tujuan nasional ketiga, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru itu kesibukan yang sangat ketje.

(10) Apakah Anda punya musik atau lagu favorit? Seberapa sering Anda menikmatinya?

Punya dong. Cukup sering. Setiap kali menulis biasanya telinga saya disumpel earphone.

(11) Apa saran atau pendapat Anda agar konsisten menulis?

Hem, coba saja ajak teman untuk membuat sebuah kesepakatan yang sifatnya reward dan punishment. Kalau perlu dibikin hitam di atas putih dan dimaterai lalu disahkan oleh notaris dan dicatat di Kementerian Hukum dan HAM lalu jika ada sengketa diselesaikan di BASYARNAS (oke lebay, dikira kegagalan komitmen menulis itu sengketa perdata).

Adakalanya dorongan kuat itu justru berasal dari luar. Seperti adakalanya menginginkan orang lain bahagia adalah ‘syarat’ untuk merasa bahagia. Pun konsisten menulis. Bisa dilakukan kalau ‘dipaksa’ dari luar.

* * * 

Fyuuh selesai. Akhirnya terjawab juga. Curhat banget lah postingan ini. Ok, saatnya saya menunaikan aturan main ketiga. Inilah kesebelas pertanyaan saya :

  1. Apa di balik nama blog Anda?
  2. Kapan kenal dunia blog? Dan masih ingatkah siapa komentator pertamanya?
  3. Pernah gabung di forum diskusi online situs ‘kongkow’ (seperti Kaskus) atau game (seperti Dragonadopters) atau fandom (seperti Fanpop) tertentu? Sekarang masih aktif atau tidak? Coba ceritakan sedikit.
  4. Siapa blogger favaorit Anda? Kenapa?
  5. Apa yang hendak  Anda capai dari aktivitas blogging?
  6. Anda punya laman ‘About Me’? Seberapa penting menurut Anda? Kalau tidak punya, kenapa tidak punya?
  7. Apa Anda suka me-like postingan Anda sendiri? Kenapa?
  8. Anda suka kucing atau tidak? Sebutkan alasannya! 
  9. Kapan Anda meniqa *coret* terakhir kali potong rambut? Di mana? Coba ceritakan.
  10. Lagi baca buku apa? Coba ceritakan.
  11. Coba pilih satu kata yang mewakili diri Anda. Kenapa ambil kata itu? Jelakan kurang dari 50 kata saja.

Dan berikut ini 11 blogger yang jadi target kejahilan saya :

  1. Mbak Cinta
  2. Mbak Ikha
  3. Bang Fadel si Semut Hitam
  4. Bang Ical
  5. Bang Dikakusuma
  6. Nurdana
  7. Mbak Kunu
  8. Mbak Gadis
  9. Mbak Momotaro
  10. Mbak Rissaid
  11. Review Umami

Yeay! Untuk kesebelas blogger ketje di atas yang belum pernah dinominasikan atau yang sudah dinominasikan dan belum posting, silaken dilanjut paradenya. Kalau tidak berkenan, abaiken saja. Anggap link post ini semacam Mama Minta Pulsa.  Dan untuk teman-teman yang membalas posting ini, semoga Anda semakin bersinar~

Film Kece yang Sesuai Ekspektasi

Hampir satu bulan saya menanti sejak melihat video trailer filmnya di media sosial instagram. Akhirnya, kemarin sore saya bersama kawan silek pergi ke CGV JWalk Babarsari yang menayangkan secara perdana sebuah film religi-keluarga besutan Arief Malinmundo. Film berlatar budaya Minangkabau yang kental unsur islamnya, berjudul SURAU DAN SILEK.

Poster Film Surau dan Silek 2017

Uwaaaaahhh~ saya senang banget nonton film ini. My high expectation is paid by the good story in this movie. Keren pokoknya. Pake banget ❤ ❤ ❤ ❤ Baca lebih lanjut

Beli Buku vs Baca Buku vs Daya Serap

Meski saya berjiwa petarung—maksudnya hobi nantang-nantangin teman anak silek dengan meninju-ninju lengannya tanda ingin duel (eghh…)—tapi rasanya saya masih sayang jika pipi ini kena tonjok. Selain wajah saya jadi tidak proporsional, juga menyalahi jalan petarung saya (saya petarung yang cinta damai. Untuk tidak menyebut diri pengecut).

Tapi, saya sepertinya tidak punya pilihan lain selain melakukan sedikit kekerasan. Bukan maksud mendeklarasikan ke-masokis-an diri, tapi ini cuma yaa… apa lah, language game of menyebutkan sesuatu. Iya. Soal kekerasan. Sepertinya saya kurang keras terhadap diri sendiri perihal : kebiasaan membeli buku. Ini membuat saya ingin menonjok pipi saya sendiri. (Harap teman silek tidak membaca postingan  ini karena jika iya, dia bisa membalas perbuatan iseng saya meninju-ninju lengannya saat dia sedang ngobrol).

Haahh… Baca lebih lanjut

Siap Kehilangan

Konon jika kita siap jatuh cinta, artinya kita siap terluka. Atau jika kita siap untuk melakukan sesuatu, artinya kita juga siap mengalami kegagalan. Begitu pun ketika kita (siap) memiliki, artinya kita juga siap kehilangan. Setiap sifat atau hal di dunia memiliki inversi. Fokus kepada salah satu sisi merupakan cara pandang yang kurang menyehatkan. Karena kurang sehat, makanya bikin sakit. Iya. Sakit hati. Kehilangan memang bikin sakit hati.

bunga puzzle hijau

Baca lebih lanjut

Sebutkan Hal Aneh dari Dirimu! 

Setiap orang punya kebiasaan. Baik itu kebiasaan umum maupun kebiasaan aneh. Budaya yang dianut berpengaruh besar terhadap terbentuknya kebiasaan.

Papan tulis

Misal, kalangan yang memiliki budaya baca yang cukup tinggi akan punya kebiasaan beli buku dari alokasi anggaran beli pakaian. Atau kebiasaan mencium buku baru. Atau kebiasaan menaruh tanggal beli di buku baru. Dan lain-lain. Dan lain sebagainya.
Tapi, adakah kalian punya kebiasaan yang bagimu biasa saja, tapi bagi orang lain sangat aneh? Saya punya! :mrgreen: Kebiasaan ini saya sebut dengan ciri  khas anti-mainstream seorang saya khi khi…

1. Meremas buku biar gampang dibuka

Buku baru, otomatis kertasnya masih rapi dan cenderung menempel satu sama lain. Untuk memudahkan saya menemukan materi yang ada di halaman tengah, biasanya sambil baca, sambil saya remas-remas kertas itu sampai lusuh. Tanpa melihat daftar isi, biasanya saya cepat menemukan.

Ini aneh? Ya Sangat aneh bagi orang lain. Kok rusakin barangnya sendiri? Memang gak sayang bukunya dikucel-kucel begitu? Bagi saya mah ini tindakan yang efisien. Saya justru aneh punya buku kok tampilannya masih sangat bagus. Kepada beberapa buku saya yang masih rapi bersinar, artinya saya jarang baca buku itu. Bagaimana dengan buku pinjaman? Biasanya saya tetap nekat kucel-kucel, di-stabilo-in atau digarisi dengan pulpen warna. Sebodo, ha ha… :mrgreen:

2. Pakai setelan baju tidur beda warna

Entah sejak kapan kebiasaan ini dimulai. Karena saya moody, saya biasanya menciptakan suasana yang bisa mengembalikan produktivitas secara mandiri. Mengapa harus mengandalkan dukungan dari luar kalau diri sendiri bisa bertindak nyleneh dan itu menyenangkan? Tapi setelan tak nyambung ini cuma berlaku untuk baju tidur. Kalau keluar pakaiannya nyleneh kan malu sendiri…

3. Menyebut semua benda lucu dengan sebutan “dedek sayang”

Sejak kecil saya sudah kecanduan Geographic Channel. Di sana kan banyak video dokumenter flora-fauna. Jadi, semua binatang (kecuali babi) dan tanaman saya sebut dengan dedek sayang. Kenapa? Karena saya sangat suka mereka. Mereka banyak ragamnya, dengan cara bertahan hidup yang unik dan sifat-sifat yang khas.

Selain flora-fauna, saya menyebut semua benda milik saya dengan sebutan dedek sayang juga. Boneka, smartphone, notebook, buku (terutama), dan semuanya. Pokoknya semuanya. Entah kenapa saya menyayangi mereka. Apa karena sense belonging saya di atas rata-rata orang?  Saya cuma bepikir harus menjaga barang dengan baik. Saat ini saya masih pakai helm yang sama pas SMA lho. Padahal sudah beberapa tahun yang lalu.

Frasa “dedek sayang” membuat saya menjaga barang dengan baik. Tapi, kembali ke sifat alami saya. Kalau ada satu barang yang fungsinya hilang, meski barang itu masih bagus, pasti saya buang atau jual. Keep it simple.

4. Menarik wafer kalengan baru bukan pada wafer yang ada plastiknya (ini yang paling saya suka!)

Saya orang yang cenderung taat aturan, tapi untuk hal-hal seperti ini saya biasanya cari cara sendiri untuk melakukannya. Wafer kalengan baru adalah benda paling menyenangkan bagi saya. Entah kenapa selalu ada dorongan untuk saya menarik wafer yang tidak ada plastiknya. Susah? Iya susah. Tapi di situ sisi menyenangkannya. Senang itu memang sederhana, kan? 😀

Kalau kalian, punya kebiasaan aneh apa? Komen yuk (^_^)/