Musik dan Gelagat Pamer

Saat ini banyak lagu yang cepat populer. Di Youtube, akan banyak ditemukan kover lagu yang dinyanyikan dengan konsep dan versinya masing-masing. Bahkan sampai menembus batas negara. Youtuber Korea, Jepang, Amerika, dll, berbondong-bondong mengkover lagu penyanyi Indonesia. Begitu pula sebaliknya. Youtuber Indonesia gemar mem-versi lain-kan lagu penyanyi luar negeri. Baca lebih lanjut

Iklan

Isi Gawai dan Leppy Saya

Kalau kita sering mendengar istilah isi kamar mencerminkan isi pikiranmu, barangkali kita juga bisa mempersamakannya pada item lain semacam gawai dan laptop/ notebook/ netbook (selanjutnya disebut leppy). Kamar seseorang yang tertata rapi, bersih, dan wangi mencermin pribadi orang itu yang juga apik dan berséka. Begitu pula isi gawai dan leppy-nya yang terkategori baik dan rapi mencerminkan kecenderungannya yang senang keteraturan.

Tapi, OK. Ini labeling. Simbol belaka. Kesepakatan saja. Sekedar tipikal. Tentu ada banyak orang rapi dan terstruktur di luar sana yang kadang isi kamar/ gawai/ leppy-nya amburadul seperti habis diserang sapi ngamuk.

Postingan kali ini sekedar main-main saja. Soalnya saya lagi bad feeling sehingga susah diajak menulis seperti biasanya. Baiklah. Saya akan memperkenalkan isi gawai Lenovo A2010 dan leppy Accer Aspire One Happy-N57C saya dalam skrinsut. Betapa simpel dan ‘kosong melompong apps’nya barang elektronik saya ini. Baca lebih lanjut

Pada Sebuah Pembacaan

Pembacaan adalah pembacaan | pinterest

“In you, there’s more than you.”

Lemah = Kuat = Baik

Pada sebuah pembacaan, kelemahan adalah sumber kekuatan manusia. Dari mana datangnya kekuatan, bukan selalu perihal penguasaan terhadap keadaan lawan, baik secara fisik maupun mental. Adakalanya kekuatan timbul dari keberanian. Rasa berani itu sendiri justru muncul akibat ada rasa lemah.

Rasa lemah memaksa manusia berpikir. Bagaimana caranya agar ‘aku’ berada, bagaimana agar ‘aku’ tidak ditelan sejarah. Pada akhirnya manusia merasa tak ada pilihan lain selain ‘menjadi berani’ dan membangkitkan kekuatan dengan tekad. Pada pembacaan lebih produktif, manusia menjadi lebih cerdas dalam membaca ‘tanda-tanda’ peluang. Baca lebih lanjut

Sebelum Mengaitkan Sauh di Labuhan : Celoteh Paska Lebaran

My Pangandaran via mypangandran.com

Simbol Siluman

Setelah kuralang-kuriling di Pasar Pangandaran seperti anak ayam hilang, saya dan teman pun memutuskan untuk melaju ke bagian samping pasar untuk menengok toko aksesori yang cukup besar di sana.

Akhirnya, benda yang saya cari terdapat di toko itu. Senangnya. Saya sudah skeptis duluan ketika Emang–Emang penjaga toko aksesori sebelumnya bilang kalau pedagang pinggir jalan yang biasa mangkal di sepanjang lapangan Merdeka tidak tahu membuka lapak di mana saat ada proyek pembangunan taman di dekat sana. Padahal dari para pedagang itu lah biasa didapat pernak-pernik suvenir khas orang Sunda.

Memang apa sih yang mau saya beli? Wayang golek kah? Keris kah? Gunungan atau satu set gamelan kah? Ha ha… ok, mulai ngawur~ Baca lebih lanjut

Dari Pak Guru ke Pikiran Saya

Ini teman-teman (celeno) saya, saya yang fotoin. Yang di tengah adalah Master kami. Wakalas saat berada di IPA 1 selama 2 tahun. We are ADIDAS alias Anak DIDik A Satu atau Anak DIdik DAdang Suherman. Iyeay!

Alkisah, sekawanan anak bebek kami berkumpul di titik persimpangan untuk bersilaturahmi ke rumah Pak Guru Wakalas SMA.

Singkat cerita, sekawanan anak bebek (ok, saya mulai suka istilah ini) ini duduk lesehan saling melingkar. Pembicaraan kala itu seputar kuliah, kesibukan dan jodoh. Well, jujur saja, tidak ada yang begitu spesial dalam pembicaraan tersebut sampai ada dua ungkapan Pak Guru yang membuat saya tertarik. Baca lebih lanjut

Ramadhan 10 : Celoteh Melulu Lagi

sandal jepit | sandal dengan pautan untuk jempol kaki dan jari kaki lainnya;

Konon, sumber penderitaan manusia adalah keinginan. Karena dengan keinginan, manusia akan berharap. Celakanya, kebanyakan orang berharap pada orang lain atau keadaan tersebab. Makanya seringkali kecewa kalau ternyata apa yang ia perhitungkan tak tepat persis perkiraannya.

Seperti halnya hubungan antar manusia. Jika yang satu mengira demikian dan demikian, maka yang lain mengira tidak yang demikian melainkan yang demikiun, terjadi lah ketegangan yang akhirnya tak jarang menimbulkan konflik. Baca lebih lanjut

BAHASA : Hal Menyenangkan di Sekitar Kita

BAHASA | a large used language in the wolrd

Kepoin Alam Pikiran Teman

Suatu hari yang indah, saya merasa penasaran dengan skripsi yang sedang ditulis teman. Dia meneliti permasalahan code switching (pengalih-bahasaan : Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris) yang dilakukan seorang guru saat mengajar di kelas. Saya pun kepo dan bertanya ini-itu pada sang teman (untungnya dia bukan tipe orang BT-an seperti teman dialektik saya yang satu lagi :mrgreen: ) hingga mendapati saya skeptis dengan Fakultas Bahasa dan Sastra terkhusus jurusan Bahasa dan Sastra Inggris dimana sang teman kuliah.

Saya bilang, buat apa sih tahu berapa kali seseorang melakukan code switching dalam berbicara? Ada pengaruhnya kitu dalam kehidupan? Teman menjawab dengan baik tapi saya kurang puas. Biasa lah. Meski saya mudah bahagia, paradoksnya saya sulit dipuaskan (serakah? Well… a little bit. Pembawaan anak tunggal kayaknya).

Karena sifat “toleran” saya belum muncul juga, saya pun bertanya lebih jauh tentang motifnya belajar di FBS. Dia pun menjawab kalau dia bercita-cita mengambil scholarship master Linguistik di Edinburg (ya, di kamarnya terpasang bendera mini London).

Pendeknya, dia ingin jadi seorang Linguis. Baca lebih lanjut