Para Binatang Menjengkelkan

Banyak orang suka kucing, kelinci atau marmut. Sebagian lagi ada yang suka jenis binatang ternak. Sapi atau kambing. Saya pun menyukai mereka. Baik binatang peliharaan maupun binatang ternak. Mereka asyik, unik, dan suka bikin ketawa.

Tapi, kalau kita bilang ada binatang yang bisa bikin hita hepi, pastilah ada juga jenis binatang yang bikin kita keki. Nah, berikut binatang-binatang yang tak saya sukai keberadaannya dan kalau ada sukses bikin saya kesal : Baca lebih lanjut

Iklan

Penyakit Kutu (yang Ngaku Suka Baca) Buku

Di postingan kali ini saya akan pura-pura jadi dokter. Saya akan mendiagnosa (atau mendiagnosis? Serah!) beberapa penyakit yang muncul dari kebiasaan bercengkerama dengan buku, termasuk sugesti-sugesti tentang membaca. Dan di sini saya akan menunjuk kambing hitam atas segala penyakit yang menimpa. Baca saja, siapa tahu terhibur. 😁

Berikut beberapa penyakit yang menimpa kalangan kutu (yang mengaku suka baca) buku; selanjutnya disingkat Si Kutu. Saya kategorikan berdasarkan tingkat penderitaannya. Saya sebut menderita karena orang sakit, ya pasti menderita, bukan? Baca lebih lanjut

Arsip Djatuh Tjinta SMA

Beberapa hari lalu, seorang kawan dekat memberi tahu jika dirinya akan menikah. Uwaaahh, mendadak rasanya dunia berhenti berputar.

Bukan. Saya bukan ngiri. Bukan baper atau gimana. Saya hanya merasa kalau kehidupan cepat berubah. Si teman berubah. Dari jomblo, ehh tahu-tahu sudah main mau menikah saja. Kan saya shock.

Nah, berhubung masih dalam momen shock (apa sih 😒) saya berniat akan membuka arsip djatuh tjinta SMA saya saja. Hi hi Baca lebih lanjut

Salah Paham dan Drive Sebuah Plot

Malam Ahad tadi banyak orang pada nobar film PKI. Saya yang rencananya pengen nonton ke bioskop film Pengabdi Setan di jam midnight tapi tidak jadi karena gak ada teman yang suka film horor akhirnya merengut sendiri di rumah. “Andaikan gue cowok, gak bakalan terlalu aneh hang out sendiri di malam larut ketimbang cewek. Cih ….”

Meski tak terlalu mengerti dengan PKI, sepertinya ada yang menarik dari salah satu fragmen kisahnya : Baca lebih lanjut

Isi Gawai dan Leppy Saya

Kalau kita sering mendengar istilah isi kamar mencerminkan isi pikiranmu, barangkali kita juga bisa mempersamakannya pada item lain semacam gawai dan laptop/ notebook/ netbook (selanjutnya disebut leppy). Kamar seseorang yang tertata rapi, bersih, dan wangi mencermin pribadi orang itu yang juga apik dan berséka. Begitu pula isi gawai dan leppy-nya yang terkategori baik dan rapi mencerminkan kecenderungannya yang senang keteraturan.

Tapi, OK. Ini labeling. Simbol belaka. Kesepakatan saja. Sekedar tipikal. Tentu ada banyak orang rapi dan terstruktur di luar sana yang kadang isi kamar/ gawai/ leppy-nya amburadul seperti habis diserang sapi ngamuk.

Postingan kali ini sekedar main-main saja. Soalnya saya lagi bad feeling sehingga susah diajak menulis seperti biasanya. Baiklah. Saya akan memperkenalkan isi gawai Lenovo A2010 dan leppy Accer Aspire One Happy-N57C saya dalam skrinsut. Betapa simpel dan ‘kosong melompong apps’nya barang elektronik saya ini. Baca lebih lanjut

Pada Sebuah Pembacaan

Pembacaan adalah pembacaan | pinterest

“In you, there’s more than you.”

Lemah = Kuat = Baik

Pada sebuah pembacaan, kelemahan adalah sumber kekuatan manusia. Dari mana datangnya kekuatan, bukan selalu perihal penguasaan terhadap keadaan lawan, baik secara fisik maupun mental. Adakalanya kekuatan timbul dari keberanian. Rasa berani itu sendiri justru muncul akibat ada rasa lemah.

Rasa lemah memaksa manusia berpikir. Bagaimana caranya agar ‘aku’ berada, bagaimana agar ‘aku’ tidak ditelan sejarah. Pada akhirnya manusia merasa tak ada pilihan lain selain ‘menjadi berani’ dan membangkitkan kekuatan dengan tekad. Pada pembacaan lebih produktif, manusia menjadi lebih cerdas dalam membaca ‘tanda-tanda’ peluang. Baca lebih lanjut

Sebelum Mengaitkan Sauh di Labuhan : Celoteh Paska Lebaran

My Pangandaran via mypangandran.com

Simbol Siluman

Setelah kuralang-kuriling di Pasar Pangandaran seperti anak ayam hilang, saya dan teman pun memutuskan untuk melaju ke bagian samping pasar untuk menengok toko aksesori yang cukup besar di sana.

Akhirnya, benda yang saya cari terdapat di toko itu. Senangnya. Saya sudah skeptis duluan ketika Emang–Emang penjaga toko aksesori sebelumnya bilang kalau pedagang pinggir jalan yang biasa mangkal di sepanjang lapangan Merdeka tidak tahu membuka lapak di mana saat ada proyek pembangunan taman di dekat sana. Padahal dari para pedagang itu lah biasa didapat pernak-pernik suvenir khas orang Sunda.

Memang apa sih yang mau saya beli? Wayang golek kah? Keris kah? Gunungan atau satu set gamelan kah? Ha ha… ok, mulai ngawur~ Baca lebih lanjut