Penyakit Kutu (yang Ngaku Suka Baca) Buku

Di postingan kali ini saya akan pura-pura jadi dokter. Saya akan mendiagnosa (atau mendiagnosis? Serah!) beberapa penyakit yang muncul dari kebiasaan bercengkerama dengan buku, termasuk sugesti-sugesti tentang membaca. Dan di sini saya akan menunjuk kambing hitam atas segala penyakit yang menimpa. Baca saja, siapa tahu terhibur. ūüėĀ

Berikut beberapa penyakit yang menimpa kalangan kutu (yang mengaku suka baca) buku; selanjutnya disingkat Si Kutu. Saya kategorikan berdasarkan tingkat penderitaannya. Saya sebut menderita karena orang sakit, ya pasti menderita, bukan? Baca lebih lanjut

Iklan

Mili Tale Romance

INK MAGIC : Ketika Keajaiban Berubah Menjadi Kutukan

Penulis    : Ninna Rosmina
Genre       : Fiksi / Romance
Penerbit   : LovRinz Publishing
Cetakan    : Cetakan Pertama, Oktober 2016
Halaman   : 255 hlm
ISBN          : 978-602-6330-61-1

‚ÄúKetika semua orang bisa dengan mudah menggapai sesuatu, dia harus bekerja keras lima kali lipat baru bisa mendapatkannya. Dan dia tahu, sesuatu yang didapat dengan susah payah, harus terus dipertahankan‚ÄĚ‚ÄĒhlm. 74


Sepertinya kamu akan tertipu dengan awal perjalanan kisah Mili, sang itik buruk rupa, yang kental dengan unsur school life-nya. Gadis pendiam yang suram, seorang teman yang sangat cantik, tempat pelarian yang penuh buku‚ÄĒperpustakaan‚ÄĒobjek pelarian dari golongan seni atau sastra‚ÄĒdisiplin ilmu teater‚ÄĒdan yang paling utama adalah cowok super ganteng yang perhatian.
Baca lebih lanjut

Pemberontakan Para Binatang

ANIMAL FARM

Penulis   : George Orwell, tej. Prof. Bakdi Soemanto
Genre       : Fiksi / Fabel
Penerbit  : Bentang Pustaka
Cetakan   : Edisi II Cetakan Pertama, Oktober 2016
Halaman : 144 hlm
ISBN          : 978-602-291-282-8

‚ÄúKamerad…tugas kalian adalah untuk tetap memusuhi manusia dengan segala akal-akalannya. Apapun yang berjalan dengan dua kaki tetaplah musuh. Apapun yang berjalan dengan empat kaki, atau bersayap, adalah teman. Dan, ingatlah juga bahwa di dalam perlawanan terhadap manusia kita tidak boleh ikutan menyerupai manusia…semua kebiasaan manusia itu jahat. Dan di atas semuanya, sesama binatang tidak boleh menindas…semua binatang setara‚ÄĚ‚ÄĒhlm 10.

Pidato berapi-api Major, si babi tua yang bijaksana, bergema seantero Peternakan Manor dan mendapat sorak-sorai para binatang. Mimpi si tua Major akan jatuhnya kekuasaan manusia di tangan para binatang mengilhami para penghuni Manor untuk melakukan pemberontakan. Diiringi dengan himne Binatang Inggris, binatang paling cerdas yang mampu mengajar dan mengorganisasi‚ÄĒjatuh pada dua babi‚ÄĒyaitu Napoleon dan Snowball, mengerahkan tenaganya untuk memimpin pasukan. Baca lebih lanjut

Nge-Fans dengan Akiyoshi Rikako

[spoiler alert !]

Setelah membaca The Dead Returns, yang memang sesuai dengan ekspektasi akan keseruan dalam perjalanan pemecahan misterinya, saya pun melanjutkan novel Akiyoshi Rikako yang terbit sebelumnya, yaitu Girl in The Dark. Dan benar saja, saya semakin jatuh cinta dengan gaya Akiyoshi bercerita. Genre¬†horor-misteri sekolahan memang genre favorit saya sejak dulu. Jadi, sejak awal pertemuan saya dengan novel besutan penulis Jepang ini, saya sudah falling in love. Apalagi covernya fresh¬†dan catchy¬†banget. Menampilkan sosok tokoh utama secara close up¬†dengan keunikan wajah dan air mukanya. ¬†Yaitu si ikemen Takahashi dan si femme fatale¬†Itsumi. Terakhir, novel terbaru Akiyoshi, Holly Mother‚ÄĒsaya baru beli belum dibaca‚ÄĒbercover seorang Ibu sedang menggendong anaknya, dengan wajah waspada dan tatapan sinis. Terasa sekali kesan suram dan misterinya. Saya jadi mantengin Penerbit Haru gara-gara novel terjemahan Akiyoshi Rikako ini. Siapa tahu, ada J-Lit ¬†atau K-Lit misteri lain yang sama menariknya. Bahkan sampai mengumpulkan seri buat placebo¬†nge he he :mrgreen: Baca lebih lanjut

POSTING PERDANA : Babi Pertama Saya

Yeey! Akhirnya posting pertama :mrgreen:

Setelah berminggu-minggu menyusun blueprint blog buku baru ini, saya kembali hadir dengan artikel non review yang bakal cuap-cuap banyak soal buku, yeah at least fiksi, non fiksi, bacaan lain yang pernah saya baca.

Sebagaimana judulnya, saya sedang dalam perjalanan menghabiskan sebuah bacaan berjenis babi.

Saya tiba-tiba tertarik membaca karya besutan Eric Arthur Blair alias George Orwell, si penulis berkebangsaan Inggris yang hidup di masa Perang Dunia. Dia adalah seorang kontributor pada surat kabar Tribune yang mengisi kolom politik dan sastra. Sebelumnya, ia banyak menulis novel, yaitu Burmese Days (1934) yang diilhami dari pengalamannya saat bekerja di kepolisian di Birma (sekarang mah Myanmar). Lalu saat pindah ke Paris ia membuat lagi novel berjudul Down and Out in Paris and London (1933). Di  tahun 1937 novel The Road to Wigan Pier, merupakan paparan kuat Orwell tentang kemelaratan akibat pengangguran besar di Lancashire dan Yorkshire.

Sementara Animal Farm (1945) merupakan novel alegori politiknya yang ditulis sebagai satire atas totalitarianisme Uni Soviet. Bersama Ninteen Eighty-Four (1949), novel ini kemudian membuat nama George Orwell dikenal dunia. Berselang 45 tahun dari kematiannya, Orwell dianugerahi Retro Hugo Award di tahun 1996 untuk novela terbaik dan Prometheus Hall of Fame Award di tahun 2011.

Saya membaca Animal Farm karena penasaran setelah membaca novel karya Ziggy Zezsyazeiviennazbrizkie, Jakarta Sebelum Pagi (2016). Novel ini banyak membahas tentang babi. Saya sendiri kaget. Awalnya, saya tertarik membaca novel Ziggy ini juga karena tertarik dengan ulasan Mbak Luckty. Penasaran dengan maraknya babi di novel ini, saya pun membuktikan. Dan benar, ada banyak babi bertebaran di sepanjang halaman cerita. Ada yanpi, ada babi asap, dan ada babi steril. Penuturan Ziggy yang unik membuat penyebutan babi yang bagai kelopak bunga sakura berguguran itu tampak seperti lelucon gaul ketimbang kata tabu nan nggilani. Lucu deh. Ada-ada saja menggunakan banyak kata babi dan frasa aneh lain (seperti babi-rusa) di karya semacam novel.

Babi-babi itu akhirnya membawa saya ke karya yang penuh unsur ke-babi-an yang lain, yaitu Animal Farm. Berkisah tentang pemberontakan binatang di Peternakan Manor terhadap manusia yang digagas oleh Major, si babi sepuh yang bijaksana. Para binatang merasa ditindas oleh manusia dan hanya dijadikan ‚Äúsapi perah‚Ä̬†nya saja. Kini, saatnya para binatang berkuasa dan menghentikan tirani manusia. Saat semuanya berjalan lancar, revolusioner binatang pecah kubu menjadi dua : pertama kubu Snowball (si babi cerdas 1) dan kedua kubu Napoleon (si babi cerdas 2)‚ÄĒdi cerita ini para babi dianggap paling cerdas ketimbang binatang lain.

Saya baru membaca Animal Farm¬†setengahnya. Novel setebal 144 halaman ini harusnya bisa dibaca sekali duduk. Tapi saat ini saya sedang hilang fokus. Hm ūüė¶

BTW, Animal Farm terbitan Bentang Pustaka ini merupakan cetak kedua nya lho. Dengan cover kuning-hitam, menampilkan siluet rumah peternakan dan guratan-guratan awan, cukup cute dipandang dan menggambarkan isi cerita. Tapi-tapi. Yang menjadi menarik di buku ini bukan tentang peternakan, melainkan babi.

                         cover baru Animal Farm

 

Saya lebih suka cover terbitan pertamanya yang begitu tinggi unsur ke-babi-annya. Dengan warna pink ala Monokuro Boo dan penampakan super close up wajah babi, menjadikan novel Animal Farm ini sangat kental unsur kebinatangannya, yeah, fabel maksud saya.

cover lama Animal Farm

cover lama Animal Farm

 

Dan sebagaimana fabel pada umumnya, cerita ini berisi gambaran perilaku binatang. Tingkah konyol mereka, kesombongan, keserakahan bahkan rasa senang terhadap pernak-pernik yang dipakaikan manusia padanya. Lebih lanjut, para babi menjadi sebuah elit dalam pengambilan keputusan dan bertindak sebagai pemimpin yang tak bisa ditentang. Demokrasi yang tadinya dijunjung tinggi‚ÄĒsalah satu bunyi 7 PERINTAH : Semua binatang setara (hlm 24)‚ÄĒperlahan jatuh kembali dalam tirani. Mirip dengan perjalanan politik. Mungkin masih ingat dengan siklus Polybius pelajaran PKN SMA dulu? Begitu lah mungkin yang ingin disampaikan Orwell melalui kisah babi pemimpin revolusi ini. Ketika suatu konsep dianggap sebagai cerminan sebuah idealisme, perilaku manusia yang tak terkendali dan cenderung memenuhi hasrat, membuat apa yang sudah dipercaya sebagai jalan keadilan kembali kusut dan semrawut. Akhirnya sejarah tirani berulang lagi namun bertransformasi menjadi bentuk yang mutakhir ūüėÄ *raise shoulders

At last, saya jadi penasaran dengan novel kebinatangan lain. Apakah ada babi-babi lain di luar sana? Yang entah dengan pemikirannya ingin menggeser manusia dari puncak rantai makanan? Atau babi-babi psikoterapis yang ingin menjadi ahli kesehatan jiwa manusia? Atau lebih absurd lagi, babi-babi gendut yang ingin masuk Islam??

[cover : bentangpustaka.com]