Acakadabram 2

Wello! Ini artikel lanjutan dari acakadabram yang dulu pernah saya bikin. He he. Masih seputar pembicaraan acak, sih. Tak ada hubungannya dengan artikel yang lalu. Yuk, bicara acak! <(‾︶‾)>
Baca lebih lanjut

Iklan

Obrolin’s Giveaway : Bicara Soal Manfaat Ngeblog

“Mulai sekarang, kalian harus goblok!”

Itu adalah ucapan guru TIK SMA saya dulu.

Goblok di sana bukan ucapan kasar bermakna bebal atau tolol, lho. Itu hanya bunyi-bunyian dari kata go-blog. Artinya mulailah ngeblog. Beliau itu memang sering bercanda. 😀
Baca lebih lanjut

Surat Pertama

Untuk Mikaela yang kusayang,

Apa kau sudah mandi? Jadi, siap dengan tubuh wangi dan mulai membaca suratku?

Haha. Harusnya aku bertanya kabarmu dulu. Kuharap kau terkekeh mendapat humor anehku.

Mikaela, apa kabar? Masih suka makan nasi, kan? Orang Indonesia itu mesti makan nasi.

Mikela, kurasa aku perlu mengatakan ini.

Saat mulai menulis, aku tahu tantangan terbesarku adalah sabar. Benang kusut dalam pikiran ini perlu waktu agak lama untuk sampai tertenun menjadi kain yang lembut. Sesungguhnya kau tak usah menoleh, Mikaela. Aku di sini tersenyum. Hanya saja ilalang tinggi menghalangiku. Daunnya melambai gemulai membuat bibirku jadi gatal.

Kedua, dengan sangat percaya diri aku bisa mengatakan ini.

Kita berdua sama-sama sadar tengah memupuk rasa. Rasa yang menyenangkan hati. Rasa yang memanjakan sanubari. Tapi aku sebenarnya penasaran, kemanakah tepatnya arah labuhmu kelak? Dan, oh! Kenapa juga aku harus tahu? Mikaela, kau bebas. Dan aku bebas mencintaimu. Begitu, kan?

Dengan bahasa, aku menorehkan rasa. Dengan bahasa, aku melukiskan cinta. Kuharap ini dapat menjadi manifestasi kasih sayang seorang manusia. Aku tahu kata-kata dapat mengerdilkan makna. Tapi Mikaela, aku tak tahan. Aku terlalu sering ‘membaca’. Soal perilakumu, soal pikiranmu, soal gelagatmu. Aku menebak-nebak kau begini dan begini. Menyenangkan. Lalu kau menaggapinya dengan senyum imut. Bagaimana bisa aku tak berkeinginan untuk menulis?

Lagipula, banyak orang berkata : membaca akan membuatmu menulis.

Terbukti, Mikaela.

Terakhir, yang kuingat darimu adalah kebaikan. Sedikit kesombongan dan terkadang keisengan. Pernah kau menyebalkan, tapi aku segera lupa karena aku sadar kalau aku jatuh cinta padamu.

Dalam banyak hal, ceriwismu membuatku tertawa senang. Keangkuhanmu membuatku tersenyum malu-malu. Kesederhanaanmu membuatku benar-benar malu. Dan diammu membuatku banyak belajar.

Oh, Mikaela, jangan pikirkan ungkapan di atas seperti lagi dangdut, ya. Kau bukan Pria Idaman. Dan pria idaman yang ada dalam lagu dangdut itu pasti sudah jadi kakek-kakek sekarang. Mikaela bukan kakek-kakek!

Salam.

Ramadhan 23 : Hijab dan Realita

Tidak terasa sudah ramadhan yang ke-23. Dan tidak terasa pula postingan arc ini jadi bolong-bolong :mrgreen: . Saya bukannya tidak mau posting, tapi yaa begitu lah. Mari bernyanyi Si Kancil Anak Nakal sama-sama…

Kemarin saya dan pasukan habis ngomporin para remaja pakai hijab syar’i di balai desa. Jadi, tulisan ini akan menyinggung soal hijab syar’i saja. Mumpung masih hangat. Menurut pengertian yang paling umum, hijab syari’i adalah hijab (penutup) yang menutupi seluruh bagian yang wajib ditutupi menurut syari’at. Baca lebih lanjut

Ramadhan 16 : Merasa Bosan Padahal Belum Takwa

Sikap Rasulullah terhadap cobaan yang diujikan Allah kepadanya jika dibandingkan dengan sikap kita itu bedanya sedikit. Jika Rasulullah sedikit marah, kita sedikit-sedikit marah. Jika Rasulullah sedikit makan, kita sedikit-sedikit makan. Rasulullah dan kita bedanya cuma sedikit…

Baca lebih lanjut

Ramadhan 15 : BAIK 0.2

Sebagian ulama berpandangan bahwa ucapan yang paling baik itu bisa terjadi pada gaya bahasa dan maknanya. Gaya bahasa yang diutarakan dengan penuh kelembutan dan kesantunan, tidak keras atau kasar. Sementara baik pada maknanya adalah apabila kata-kata itu menghadirkan kebaikan, karena pada hakikatnya semua ucapan yang baik itu membawa manfaat dan semua ucapan yang bermanfaat membawa kebaikan.

Baca lebih lanjut