Adil dalam Sorotan 🐦

Enggak fair!

Kedua pihak resah saat mengetahui porsi bagi usaha antara si pemodal dengan si pengusaha tidak setara dalam hal persen. Kenapa posisi daya tawarku kurang? Tanya si pemodal lesu. Uzur tak melaku-ku dihargai serendah itu oleh kalangan kuat gawe? Di sisi lain, kenapa dia menuntut nisbah sama sedangkan yang menanggung risiko modal adalah aku? Keluh si pengusaha. Enteng banget dia cuma gelantar-gelontor duit sedangkan aku sekadar numpang mburuh, yang itu pun hasilnya masih dikecup olehnya. Sama rata pula!
Baca lebih lanjut

Iklan

Level Curiga

Ada mainstream populer yang menjadi ciri era mileniel ini. Yaitu budaya curiga. Di tengah derasnya aliran informasi, barang tentu dibutuhkan sikap selektif terhadap apa yang tersaji di jagat publik. Bukan saja soal verifikasi berita, termasuk juga mengetahui seluk beluk si pemberita. Jika dikenal sebagai tukang tipu, seakurat apa pun gagasan yang ia sampaikan; kecil kemungkinan keberadaannya diacuhkan. Baca lebih lanjut

Para Binatang Menjengkelkan

Banyak orang suka kucing, kelinci atau marmut. Sebagian lagi ada yang suka jenis binatang ternak. Sapi atau kambing. Saya pun menyukai mereka. Baik binatang peliharaan maupun binatang ternak. Mereka asyik, unik, dan suka bikin ketawa.

Tapi, kalau kita bilang ada binatang yang bisa bikin hita hepi, pastilah ada juga jenis binatang yang bikin kita keki. Nah, berikut binatang-binatang yang tak saya sukai keberadaannya dan kalau ada sukses bikin saya kesal : Baca lebih lanjut

Penyakit Kutu (yang Ngaku Suka Baca) Buku

Di postingan kali ini saya akan pura-pura jadi dokter. Saya akan mendiagnosa (atau mendiagnosis? Serah!) beberapa penyakit yang muncul dari kebiasaan bercengkerama dengan buku, termasuk sugesti-sugesti tentang membaca. Dan di sini saya akan menunjuk kambing hitam atas segala penyakit yang menimpa. Baca saja, siapa tahu terhibur. 😁

Berikut beberapa penyakit yang menimpa kalangan kutu (yang mengaku suka baca) buku; selanjutnya disingkat Si Kutu. Saya kategorikan berdasarkan tingkat penderitaannya. Saya sebut menderita karena orang sakit, ya pasti menderita, bukan? Baca lebih lanjut

Arsip Djatuh Tjinta SMA

Beberapa hari lalu, seorang kawan dekat memberi tahu jika dirinya akan menikah. Uwaaahh, mendadak rasanya dunia berhenti berputar.

Bukan. Saya bukan ngiri. Bukan baper atau gimana. Saya hanya merasa kalau kehidupan cepat berubah. Si teman berubah. Dari jomblo, ehh tahu-tahu sudah main mau menikah saja. Kan saya shock.

Nah, berhubung masih dalam momen shock (apa sih 😒) saya berniat akan membuka arsip djatuh tjinta SMA saya saja. Hi hi Baca lebih lanjut

Salah Paham dan Drive Sebuah Plot

Malam Ahad tadi banyak orang pada nobar film PKI. Saya yang rencananya pengen nonton ke bioskop film Pengabdi Setan di jam midnight tapi tidak jadi karena gak ada teman yang suka film horor akhirnya merengut sendiri di rumah. “Andaikan gue cowok, gak bakalan terlalu aneh hang out sendiri di malam larut ketimbang cewek. Cih ….”

Meski tak terlalu mengerti dengan PKI, sepertinya ada yang menarik dari salah satu fragmen kisahnya : Baca lebih lanjut

Musim Tak Ada

Seperti kamu yang tak bisa berpisah dengan kopi
seperti itulah kesedihan bersarang di dalamku 

Seperti hujan membanjiri diksi melankolimu
Seperti itulah kerontang rasa di gersang jiwaku

Jika senja dan langit kelabu serta tetes-tetes air langit menciptakan desir cinta di fragmen lakonmu, 

aku
di dalam sini,

memelihara paceklik saja. Menjalar rambat tanaman kerinduan itu, membelit asa dan hati yang payah hingga kuberdarah

Apa arti musim jika tak bahagia? 

Apakah itu tentang bunga-bunga yang akan mekar di musim depan? 
Atau pucuk-pucuk daun yang menyembul kehijauan? 
Atau kah ranum yang mengundang berkawan? 

Musim tak ada
jikalah bumi enggan merasakan
Musim tak ada
saat langit berkecut muka meninggalkan

Pagi yang basah, 9 muharram 1439 H ☔

Isi Gawai dan Leppy Saya

Kalau kita sering mendengar istilah isi kamar mencerminkan isi pikiranmu, barangkali kita juga bisa mempersamakannya pada item lain semacam gawai dan laptop/ notebook/ netbook (selanjutnya disebut leppy). Kamar seseorang yang tertata rapi, bersih, dan wangi mencermin pribadi orang itu yang juga apik dan berséka. Begitu pula isi gawai dan leppy-nya yang terkategori baik dan rapi mencerminkan kecenderungannya yang senang keteraturan.

Tapi, OK. Ini labeling. Simbol belaka. Kesepakatan saja. Sekedar tipikal. Tentu ada banyak orang rapi dan terstruktur di luar sana yang kadang isi kamar/ gawai/ leppy-nya amburadul seperti habis diserang sapi ngamuk.

Postingan kali ini sekedar main-main saja. Soalnya saya lagi bad feeling sehingga susah diajak menulis seperti biasanya. Baiklah. Saya akan memperkenalkan isi gawai Lenovo A2010 dan leppy Accer Aspire One Happy-N57C saya dalam skrinsut. Betapa simpel dan ‘kosong melompong apps’nya barang elektronik saya ini. Baca lebih lanjut