Meniqa eh Meniqa~

 Ehem!

Konon, tatkala dua orang singgel berbicara, apapun konten yang sedang mereka bincangkan niscaya lama kelamaan akan menjurus pada pasal ‘kapan meniqa?’.

Ini wajar. Ketika usia menginjak angka 23 ke atas, ada semacam kekhawatiran soal kapan dan bagaimana rumah tangganya dibangun kelak. Mberudul-nya undangan niqa kawan, bukannya bikin hepi, malah bikin keki. Terus gue kapan?!

Yak, perilaku ngiri tersebut bolehlah terjadi. Anggap saja semacam pemantik untuk menumbuhkan rasa ingin berumah tangga. Karena banyak sekali orang singgel mapan dan berusia matang yang justru berpola pikir : kerjaanku, suamiku atau kerjaanku, isteriku hingga mereka terus-terusan njomblo.

Hm, itu memang pilihannya. Dan saya memilih meniqa.

Kapan?

Kapan-kapan. Kalau tak hari Ahad, ya hari Senin. Atau hari Selasa atau Rabu. Atau lainnya. Jika Tuhan memberi waktu untuk saya menentukan hari-H perniqahan, semesta nanti bakal tahu.

Kamu juga bakal tahu. Tak undang malah. Undangannya tak kirim langsung pow? Bukan via pesan we-a semata. 😎

***

Banyak jalan untuk bertemu dengan sang jodoh. Yang ngetren saat ini, ikhtiyar ala-ala Teteh akhwat, begitu. Mulanya dari sering ikut ngaji, perbanyak referensi munakahat, kemudian mengirimkan sivi lewat ustadz/ ustadzah-nya yang punya setok akhi-akhi siap ngelamar. (Tunggu, apa saya tak terlampau kurang ajar bilang pola ta’aruf sebagai sebuah tren? Sori)

Well, dan JENG! Dengan izin Allah, terjadilah kesepakatan waktu akaaaad.

Kalau pun tidak, tak usahlah terlalu kecewa. Di depan sana masih ada cinta terbaik yang menanti. Tetap optimis, tanamkan dalam benak bahwa jodoh tak mungkin tertukar. Senantiasa berharap calon Aa suami yang terbaik and be the one!

***

Mengusut lelaki macam apa yang ingin saya niqahi … tentu kalau bicara soal ‘ingin’, maka daftar kriterianya akan sangat panjang dan kurang rasional. Mulai dari ingin suami yang jago arsitektur, suami pilot bahkan yang terbaru; ingin suami orang Minang! Geh~

*geleng-geleng

Memang tak ada habisnya jika bicara keinginan. Dalam perilaku ekonomi saja, yang jadi supir pengendali bukan wants, melainkan needs. Apalagi dalam menetapkan calon suami. Tak semata cumaaa-kamuuu-cintaku di dunia ini, tapi ada berbagai alasan dibalik terpilihnya si dia sebagai calon nahkoda kelak. Pokoknya semua ilmu keluar di sini. Mulai dari ilmu agama, ilmu ekonomi, ilmu sosial, ilmu psikologi, dan lain-lain. (Bahkan mungkin muslihat-muslihatnya ikut keluar. Haha! Enggak, ding. Bercanda)

***

Lalu, apa esensinya tulisan ini?

Ng… meramaikan jagat perjombloan saja, lah. Sebagai blogger singgel dan yeah more and less, berada di pusaran orang-orang yang kebelet niqa, rasanya perlu saja saya ini untuk sekadar ikut narsis. Bukan melalui status ef-be atau we-a. Melainkan di sini. Di blog kesayangan, yang mungkin ketika saya sudah meniqa nanti akan mesam-mesem sendiri membaca tulisan ini. (Well, moga keumuran) 😄

Hay para singgel yang gampang baper, susah baper atau bahkan yang terlatih patah hati, sesungguhnya tak perlu risau dengan si Aa. Mau kamu jatuh cinta dulu baru niqa atau niqa dulu baru belajar mencintai, manuver kalian masing-masing lah. Mau baca Serat Centhini-nya Syeh Amongraga dulu sebelum malam pertama atau bacanya nanti aja buat evaluasi, terserah. Atau mau khatamin Nailul Authar 5-nya as Syaukani dulu buat nambah wawasan per-ahwal al-syakhsiyah-an, sak karep e.

Yang jelas, kepala musti dewasa. Ada beda, ada toleransi. Ada cacat, ada maaf. Ada salah, ada koreksi. Ada masalah, ada solusi. Dan jangan remehkan ngurus anak! Mereka kelak akan mencerminkan dirimu.

Udah, gitu aja.

Babai!

Salam niqa! <(‾︶‾)>

Iklan

9 thoughts on “Meniqa eh Meniqa~

  1. Mbak Mulya! Sudah lama sekali nggak main ke sini! Maaf ya :((
    Asyik banget baca ini. Guru tanpa menggurui (y)
    Kita sama-sama tau sajalah ya, niqa. Bahkan mengucap kata sebenarnya saja sulit. Jalan apapun yang Mbak Mulya tempuh, kudoakan Mbak Mulya terpenuhi visi misinya! Amin!

    Disukai oleh 1 orang

Coba deh dikomentarin~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s