Arsip Djatuh Tjinta SMA

Beberapa hari lalu, seorang kawan dekat memberi tahu jika dirinya akan menikah. Uwaaahh, mendadak rasanya dunia berhenti berputar.

Bukan. Saya bukan ngiri. Bukan baper atau gimana. Saya hanya merasa kalau kehidupan cepat berubah. Si teman berubah. Dari jomblo, ehh tahu-tahu sudah main mau menikah saja. Kan saya shock.

Nah, berhubung masih dalam momen shock (apa sih πŸ˜’) saya berniat akan membuka arsip djatuh tjinta SMA saya saja. Hi hi

***

Meski dikenal sebagai orang yang lurus saat menjalani masa remaja, ada kok periode di mana saya :

mengalami peristiwa cinta.Β 

Cinta pertama, tuh. Karena sampai saat ini si dia tak pernah hilang dari ingatan saya. *aciee Mulya aciee

Begini-begini.

Awalnya, saya sangat benci dengan dia (sebut saja Paidjo) tanpa alasan yang jelas. Entah kenapa eneg saja lihat wajahnya. Padahal Paidjo itu termasuk ke dalam jajaran murid terganteng di sekolah. Komersil lah tampilannya itu.

Tapi, selama di kelas kami tak pernah berinteraksi. Saya tak pernah mau menyapa dan hanya menjawab saat ditanya saja.

Aneh. Saya kok sebel banget sama Paidjo. Rasanya dia kok sok keren. Petantang-petenteng. Sok ganteng dan lainnya. Pokoknya memuakkan pandangan, lah. Saya pun menaruh kebencian yang begitu dalam.

Di sisi lain, ada teman saya, cewek (sebut saja Chibi), yang sangat suka berdekatan dengan saya. Chibi bilang dia nge-fans sama saya. Entahlah dari mana sebabnya. Barangkali karena saya termasuk murid pintar atau sekedar memancarkan pesona orang kalem.

Si Chibi itu bilang suka sama saya. Dia sering membisikkan kalimat β€˜mau pacaran sama aku, gak?’ setiap hari. Tapi saya tahu kalau Chibi hanya bercanda belaka. Jadi saya cuekkin saja. Maksudnya didiamkan kalau lagi β€˜kambuh’ begitu. Toh, dia cuma kurang kerjaan saja.

Kembali pada Paidjo.

Hubungan kami di kelas (kami sekelas) tak ada yang berubah. Tetap saling diam, dan semakin lama level kebencian saya semakin besar. Pasalnya, setiap kali istirahat si Paidjo dikerubungi banyak cewek, bahkan dari kelas lain. Kebetulan Paidjo duduk di belakang saya, cuma kehalang satu bangku. Jadi, melihatnya mengadakan acara harem setiap istirahat begitu, membuat saya ingin menghancurkan dunia. *OK lebay

Setelah saya kebal dengan sikap-sikap menyebalkan dan haremnya, entah kenapa di pelajaran tertentu, Matematika biasanya, Paidjo selalu pindah kursi dan duduk di belakang says. Suaranya yang agak serak itu terdengar begitu saja saat ia berbincang dengan teman sebangkunya. Hm, imut juga. Arghh! Enggak, enggak! Apaan, sih, gue?! Revisi batin saya.

Lama kelamaan, saya merasa ada seseorang yang suka memperhatikan saya. Ini memang cukup GR. Tapi saya tak bisa mengabaikan fakta bahwa ketika saya mencoba memandanginya, saat matanya berfokus ke arah lain, dia cepat sekali berbalik arah dan kembali memandang saya. Dengan senyum! Dengan senyuman, permisa 😱

Dan itu dia! Saya sadar kalau saya memang suka perhatikan Paidjo. Entahlah. Dia memang menyebalkan dan saya merasa perlu melihatnya sesekali untuk menepis pikiran saya yang kadang terasa tak tenang.

Lalu, lama-lama curi pandang padanya, Paidjo kok ya melakukan hal yang sama padaku. Wait! Kok bisa?!

Saya sebenarnya ingin menyangkal kalau saya jadi suka dengan Paidjo. Tapi, setelah itu saya suka deg-deg-an kalau berada dekat dengannya. Mana Paidjo suka ikut-ikutan nimbrung saat saya dan teman sedang bertanya pada Pak Guru soal beberapa hal setelah pelajaran usai. Kan, saya jadi dengar suaranya.

Gawat. Kalau saya sampai beneran suka, saya bisa mengkhianati pendirian saya sendiri. Gak mungkin. Ini pasti delusi cinta. Saya tak boleh tertipu. Wibawa saya bisa jatuh gara-gara bersikap absurd. (saya percaya orang yang sedang jatuh cinta akan terlihat lebih manja dan kekanak-kanakan, termasuk mengendurkan pertahanan dan kemandiriannya.)

Sampai beberapa lama, saya masih merasa deg-deg-an kalau ada di dekat Paidjo. Bahkan dengar orang menyebut namanya saja, saya sudah terhenyak dan jantung berdetak lebih cepat dari biasa. Sial! Saya kehilangan kuasa terhadap gejolak emosi yang suka tiba-tiba hadir ini.

Hingga suatu hari, saat saya mulai bisa mengendalikan emosi-cinta-monyet saya, saya mendapati fakta bahwa Paidjo berpacaran dengan Chibi.

(πŸ’”)πŸ’£

Beberapa detik, dunia terasa membeku. Batin saya menjerit histeris : Kok bisa?! Hee?!! Mana boleh?!! Heee??!!! Dan serangkaian kalimat ketak-setujuan lainnya.

Cih!

Saya sudah ditipu. Benar-benar ditipu. Menyedihkan. Saya sudah ditipu perasaan saya sendiri.

Huh! Ini akibatnya jika saya pura-pura benci tapi dalam hati sebenarnya agak-sedikit ngarep.

Geh! Selepas kejadian memalukan ini, saya berjanji akan berhati-hati dalam menyikapi peristiwa cinta yang mungkin terjadi di masa depan. Hem!  😬

***

Well ….

Paidjo dan Chibi itu cocok sekali. Paidjo ganteng, sedangkan Chibi manis-manis imut. Wah, pasangan yang pas. Banyak teman sekelas yang menyukai pairing Paidjo X Chibi.

Awalnya, saya shockΒ berat. Tak terima. Beberapa hari saya dikuasai perasaan bad feeling.Β 

Saya mengira kalau Paidjo sedang memainkan peran ‘lelaki yang ingin mendekati gadis pujaannya dengan berpacaran dengan gadis lain dan membuat cemburu si gadis pujaan, lalu dia mendeklarasikan kebohongannya sekaligus mendeklarasikan pernyataan cintanya yang asli’.

Ya. Macam drama Korea.

Jadiannya Paidjo dan Chibi yang mendadak membuat saya berkesimpulan ekstrim. Sungguh aneh. Tanpa pendekatan yang berarti, Chibi mau menerima Paidjo. Jangan-jangan gara-gara wajahnya?! Apa kalau nanti memang Paidjo nembak saya, saya juga akan menerimanya? Ugh, betapa kampungannya saya.

***

Betapapun Chibi berpacaran dengan Paidjo, rasa β€˜suka’ Chibi pada saya tak lantas hilang rupanya. Chibi masih sering menggoda saya dengan mengatakan β€˜mau pacaran sama aku, gak?’ di setiap kesempatan dan membuat Paidjo bilang kalau dia cemburu pada saya.

Ha ha. Paidjo-Paidjo. Makanya jadi orang jangan sok keren~ 😦

***

Yaah, itulah dia arsip djatuh tjinta SMA saya.

Aneh memang fragmen cinta monyet saya yang satu itu. Kalau soal hubungan saya dengan Paidjo, sih, mungkin seperti ratusan kisah cinta SMA lainnya. Dimulai dari benci, lama-lama jadi suka.

Yang tak biasa adalah Chibi. Cewek imut bergigi kelinci itu, dia bilang saya keren. Mungkin karena saya jarang bicara, kalem dan terbilang murid rajin kali, ya. Lantas, lama-lama dekat, eh dia malah bercanda dengan bilang kalau Chibi jatuh cinta sama saya. Gehh,Β kesambet apa dia. Tapi kami memang hanya bercanda saja, sih. Ha ha dasar Chibi!

Akhir

Setelah peristiwa yang membawa nama Paidjo, kehidupan SMA saya kembali normal. Normal dalam artian lurus di relnya. Tak pernah bengkok. Belajar. Nilai bagus. Wawasan dan pengalaman akademik nambah. Teman dekat makin dekat dan menguatkan diri untuk menggapai cita-cita. Lurus saja, pokoknya. Gak ada persoalan cinta setelah kasus Paidjo ditutup. Jomblo bahagia sampai lulus SMA.

Dan apa kabar dengan Paidjo sekarang? Entahlah. Saya lost contact dengannya. Tapi, ingatan SMA saat itu sangat membekas di memori saya. Terutama kebodohan saya sendiri yang terlalu PD dengan asumsi pribadi soal Paidjo yang berbalik jatuh cinta sama saya.

Yaaah, pelajaran berharga memang kadang menyakitkan. πŸ˜…

Kalau arsip djatuh tjinta SMA kalian bagaimana? Kepo dong~

😁

Iklan

14 thoughts on “Arsip Djatuh Tjinta SMA

  1. Cieee mbak Mulya, cieeee.
    Mbak, kok aku merasa Mbk Mulya juga keren ya. πŸ˜… saya takut djatuh tjinta juga dengan mbak Mulya.πŸ˜†

    Jaman SMA saya ga pernah jatuh cinta sama laki2 kayaknya mbk, cuman ngefans sama kakak kelas yang berlebihan. Saya ngefansnya ga tanggung-tanggung. Dua sekaligus.
    Ga tahu tuh, cinta atau apa namanya. Cuman pas dia jadian atau nikah enggak terlalu sakit sih. Apa ya ini namanya ?😧

    Disukai oleh 1 orang

Coba deh dikomentarin~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s