Chat yang Bikin Nostalgia

Dalam beberapa hari terakhir ini saya mendapati diri seringkali menerima dan mengirimi teman chat-chat yang berbau pembullyan. Yah, tidak membully betulan, kami hanya bercanda. Hal ini kemudian mengingatkan saya pada masa-masa bersama dulu. Entah si teman yang memang tipikal suka bercanda atau saya yang lucu, kami seringkali membentuk obrolan yang berbeda dari kebanyakan orang.

Tanpa harus membicarakan orang lain untuk membangun suasana humor, berikut penggalan obrolan kami di chat beberapa hari terakhir. Silakan simpulkan saya cocok jadi komedian apa tidak 😁

obrolan orang berbahasa Sunda yang kadang dicampur Bahasa Indonesia 

 

chat lanjutannya

Chat di atas memang dalam Bahasa Sunda, tepatnya Bahasa Sunda loma (kasar atau gaul plus bernuansa bahasa SMS/ chat [disingkat-singkat]). Si teman saya yang sedang galau skripsi itu meminta pendapat saya soal “Apa sih pentingnya skripsi?” Karena barangkali dia ingin mencari kekuatan, sebagai teman yang bermanfaat, saya pun bermaksud untuk memberinya jawaban yang dapat membuatnya semangat.

Tak terlalu lama berpikir, saya pun memberikan jawaban “Skripsi itu bukan penting atau tidak penting. Skripsi itu tentang memulai dan mengakhiri dengan baik. Kamu memulai dengan kuliah dan diakhiri dengan wisuda. Jalan untuk mengakhirinya ya dengan skripsi.”

Jawaban ini saya dapat dari pikiran bahwa segala sesuatu yang bersifat pilihan itu harus dipertanggung-jawabkan. Ditunaikan atau pergi. Jika ditunaikan (apapun hasilnya—memang tidak penting hasil mah yang penting usahanya) maka kamu baik, jika kamu pergi maka kamu pecundang. OK. Sesederhana itu.

Dan barangkali si teman mulai semangat lagi. Mari do’akan saja supaya dia lekas sidang dan diwisuda. Dan bagi teman-teman yang juga sedang sibuk skripsian, IYEAY! (“iyeay” itu kata-kata semangat 😁😎 )

 

chat bercanda

Sudah lama sekali saya tidak ngobrol aneh-aneh dengan orang ini. Dia adalah teman sekelas yang selalu bilang begini di hari pertama kuliah semester baru : “Eh Pik, (Pik itu nama panggilan saya untuk beberapa orang yang merasa dekat dengan saya) perasaan tahun kemarin kita udah kuliah deh. Kok sekarang kuliah lagi? Gak salah?” Biasanya saya jawab, “Iya nih, bosen. Bolos aja yok!” Dia pun jawab, “Yok!” Kami pun tertawa bersama.

Perihal chat, saya lihat si teman mengunggah foto lagi di pantai. Sebagai orang yang suka jahil, saya pun mengomentarinya dengan nada pembullyan. “Hati-hati hanyut”. Si teman saya satu ini memang orangnya lebih ceking dari saya. Melihat fotonya di pantai membuat saya khawatir kalau-kalau dia terbawa angin :mrgreen: Sesuai dugaan, dia tak marah dan malah jawab komentar saya dengan candaan juga. Tapi dia belum balas lagi komentar saya. Sepertinya dia jarang buka internet.

chat bercanda 2

Ini bukan chat bully, melainkan sejenis chat galau. Kalau dengan si teman sekelas yang ini, kami lebih banyak berfilsafat dan berkontemplasi. Khususnya tentang manusia dan kemanusiaan. Dia memang bijak dan punya kharisma yang tinggi sebagai pemimpin. Saya banyak belajar darinya.

Perihal chat di atas, saat itu kami sedang membicarakan soal pengumuman CPNS yang petjah dan rencana untuk ikut meramaikan. Tak disangka, chat merembet membicarakan masa depan dengan segala pertentangan batin di dalamnya seperti kehendak orang tua vs idealisme pribadi.

Kami pun saling berbagi master plan dan karena itu kami saling menyemangati. Asik sekali. Dan yang paling asik dari si teman satu ini adalah dia tipikal kawan yang baik. Karena dia suka mengharapkan hal baik dan do’a-do’a nya suka bikin hati adem. Saya pun suka membalas do’anya tersebut. Ha ha… Entah kami bisanya pura-pura baik atau memang baik beneran :mrgreen: (soalnya kami dulu sempat bersitegang dan pengalaman itu membuat kami mengubah “taste” berteman kami tanpa harus membicarakannya. Kami saling mengerti bahwa “ada yang berubah” tapi tidak pernah membicarakan hal “sensitif itu”)

***

Itu saja chat yang bikin saya nostalgia. Hubungan kami yang sudah berjarak ternyata tak membuat kami melupakan sifat-sifat obrolan kami masing-masing. Ha ha…

😊😶

Iklan

22 thoughts on “Chat yang Bikin Nostalgia

  1. suka kata ini “Skripsi itu bukan penting atau tidak penting. Skripsi itu tentang memulai dan mengakhiri dengan baik. Kamu memulai dengan kuliah dan diakhiri dengan wisuda. Jalan untuk mengakhirinya ya dengan skripsi”
    walaupun belum pernah ikut skripsi sih… tapi itu sama aja dengan memulai dengan meminang, terus di lanjut dengan ijab qobul barulah dapat surat sah menikah.
    belum bisa dikatakan sah kalau belum dapet surat nikah, dan mendapat surat nikah juga di akhiri dengan ijab qobul. begitu … 😀

    Disukai oleh 1 orang

  2. Yang bahasa sunda itu blas ga ngerti aku mbk, kapan lalu sempet baca di Ignya mbk Mul atau mana ya. Untung diterjemahin disini. Bener yg itu ga sih 😅

    Salam semangat buat temennya yg lg skripsi tadii. Semoga dilancarkaan. Yeaay 🙌

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ya mbak Mulya, chat dg tmn2 yg dulu satu klas atau satu perjuangan emang seru. Sy pun sering ngalaminya. Bbrp dari mreka juga bhkan ada yg tinggal di ujung bumi. Mksudnya jauh skli. Itulah hbatnya ada medsos sprti skrg ini.

    Disukai oleh 1 orang

Coba deh dikomentarin~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s