#UNDUH RAHMAT

Topik Rahmat dalam koridor berpikir ilahiah dan pada ‘korpus’ Islam (yeah, actually Islam is not a corpus, but let’s say so for respect world diversities 😀 ) khususnya yang diposting oleh bloger platform gratisan lagi bertajuk personal di jagat raya ini, mestinya sudah banyak yang bahas. Jadi, saya mau langsung saja simpulkan hal-hal actionable soal Rahmat yang saya kira merupakan percik-percik api semangat dalam aksi #UnduhRahmat masing-masing kita. Iyeay!

***

Tuhan sudah menganugerahkan kepada manusia berupa Rahmat (kasih sayang) dan tak ada seorang pun yang dapat menahan atau melepaskannya. (Q. 35 :2 ) Tapi selain Rahmat yang umum, ada juga Rahmat yang khusus, yaitu teruntuk bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya sebagaimana Ia juga mengazab siapa saja yang dikehendaki-Nya. (Q. 29 : 11)

Apa saja Rahmat Tuhan? Dan kenapa harus berusaha mendapat Rahmat?

Cobalah tengok dalam surat Ar Rahman. (beneran lho ya, al-Qur’annya diambil dan dibaca) Surat yang disebut sebagai Pengantin al-Qur’an itu memiliki makna yang luar biasa. Bayangkan, saja, kalau kamu mau menghapal surat cantik yang jumlahnya 78 ayat ini, kamu hanya perlu menghapal setengahnya saja. Ya, karena ayat 13 diulang 31 kali  :mrgreen: Semua isinya merujuk pada segala apa yang diberikan kepada manusia di dunia. Pangpangna adalah al-Qur’an.  Al-Qur’an memuat segala macam kebutuhan, cara-cara bertahan hidup serta metode-metode bergaul termasuk beberapa kabar gembira sekaligus ancaman dan pengetahuan-pengetahuan serta hikmah-hikmah. Alqur’an adalah item Rahmat (petunjuk atau hidayah) yang menjadikan manusia memiliki kemampuan membangun peradaban dan bergerak terus menuju kesejatiannya. Kesejatian itu ditunjukkan melalui  jalan-jalan perjumpaan dengan-Nya hingga kelak kembali berada di surga-Nya.

Tanpa Rahmat, manusia tidak akan bahagia dunia dan akhirat. (Q. 10 : 58) Artinya Rahmat itu jaminan. Tapi, jaminan pun ada syarat dan ketentuannya. (Q. 2 : 218). Inilah yang dinamakan ikhtiyar manusia untuk mendapat kasih sayang Tuhan sehingga ia dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Nabi Muhammad saw. bersabda : “Tidaklah amalannya yang memasukkan salah seorang diantara kamu ke dalam surga dan tidak pula ia menjauhinya daripada neraka, demikian juga dengan aku, kecuali Rahmat daripada Allah.” (HR Muslim).

Lebih lanjut mengenai jabaran ikhtiyar pada syarat dan ketentuan Rahmat disinggung dalam beberapa ayat al-Qur’an sebagaimana berikut :

  1. Taat pada Allah dan Rasul-Nya. (Q. 3 : 132), (Q. 57 : 28)
  2. Membaca dan memahami al-Qur’an. (Q. 7 : 204)
  3. Mengamalkan al-Qur’an. (Q. 6 : 155)
  4. Berbuat kebaikan. (Q. 7 : 56), (Q. 31 : 1-3)
  5. Mendirikan shalat dan zakat. (Q. 24 : 56), (Q. 9 : 71)
  6. Bertobat. (Q. 27 : 46), (Q. 24 :10)
  7. Mendamaikan mukmin yang berselisih. (Q. 49 : 10)

Evaluasi Diri : Sudahkan kita termasuk orang yang mendapat Rahmat?

Sulit lah untuk mengetahui nilai ikhtiyar kita karena setiap usaha ‘mengenang’ kebaikan akan muncul dalam dada seruak-seruak kesombongan. Begitu pun ketika meminta orang lain untuk menilai kita, belum lah tentu keterpercayaan pembacaannya.

Tapi dengan parameter qur’anic di atas setidaknya kita mampu mengevaluasi diri sendiri bahwasanya sejauh mana ikhtiyar yang selama ini sudah dilakukan untuk mengunduh Rahmat Tuhan, untuk memperoleh jaminan keselamatan dunia-akhirat, dan pada akhirnya sudahkah kita termasuk orang yang mendapat Rahmat?

Adapun ayat berikut merupakan ciri manusia yang mendapat Rahmat sekaligus ayat yang cukup untuk sekedar membesarkan hati pada diri yang selama ini sudah berusaha menjalankan ketakwaan-ketakwaan agar dapat dikatakan sebagai golongan orang-orang yang mendapat Rahmat, yaitu sebagai berikut :

Bahwa disebabkan Rahmat Allah lah seseorang dapat (Q. 3 : 159) :

  • berlemah-lembut dalam bertutur, tidak keras, tidak berhati kasar dan bijak menyikapi persoalan
  • mudah memaafkan, senang mendo’akan, menghargai pendapat dan mengutamakan bermusyawarah
  • senantiasa bertawakal dalam segala urusan

Bahwa orang-orang yang berada dalam Rahmat (Q. 3 : 107) adalah yang :

  • wajahnya putih berseri (karena pancaran kebaikannya dan senantiasa berkasih sayang pada manusia)

Bahwa mereka lah yang mendapat keberkahan dan Rahmat (Q. 2 : 155 – 157), jika :

  • bersabar dengan cobaan dan ketika ditimpa musibah senantiasa mengucap inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

***

Well, intinya kalau diri ini sudah terbiasa berbuat baik, perasaan tenteram akan hadir sebagai payung jiwa yang bukan saja meneduhkan gelora angan dan nafsu diri tapi juga meneduhkan orang-orang sekitar.

Berbuat baik, tersenyum, membantu yang membutuhkan, berkasih sayang, memaafkan, dan selalu mendo’akan, betapa sempurnanya perjalanan bersyari’atmu kalau hal-hal ini jadi default setting sistem ikhtiyarmu. Setting yang sekurang-kurangnya dapat mengantarkan diri pada Rahmat Tuhan.

Iyeay! Kita baik. Kita berkasih sayang ❤

Iklan

8 thoughts on “#UNDUH RAHMAT

  1. Keren judulnya, sprti video youtube saja didownload…

    Ulasan Anda sngat menarik, sprti mndengar seorang ustazah gaul namun ttp fokus…dilengkapi dg bukti2 pendukung (ayat2 Quran) membuat ulasannya terasa sngat kredibel. Sip.

    Oya, blh tnya?

    Rahmat dan keinginan berbuat baik itu ap hubungannya ya? Mna yg lbih duluan, prbuatan baik dulu atau rahmat dulu? Klo didahului oleh rahmat Tuhan, apkh yg bs kita banggakan?

    Trmksh

    Disukai oleh 1 orang

    • Pada dasarnya manusia itu makhluk kesayangan Tuhan, dan karenanya segala apa yang ada pada manusia dan dunianya adalah rahmat. Hanya saja manusia dibekali nafsu sehingga ia lebih sering menunda kebaikan atau bermasa-bodoh dengan kezaliman. Untuk kembali pada fitrah, manusia harus menemukan rahmat Tuhan yang sudah ia campakan dengan kelalaiannya itu. Usaha yang sulit.

      *telat jawab 😓

      Disukai oleh 1 orang

Coba deh dikomentarin~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s