Ramadhan 06 : Simpel yang Asik

bocah belajar shalat

Acara Simpel

Setelah dua hari mencoba sedikit OOC, yaitu berbuka puasa di luar, saya akhirnya kembali ke kebiasaan lama. Berbuka di rumah dan tarawih di masjid yang ada di samping asrama. Masjid kesayangan kedua saya.

Alasannya sederhana. Saya gak mau repot. Dulu, saat belum jadi anak asrama, saya suka nebeng motor teman untuk safari tarawih (Ingat! Bukan safari berbuka :mrgreen: ). Tapi, saat ini jika saya ikut safari berbuka, saya akan boros bensin dan pulang jam 9 malam. Itu belum makan. Belum tilawahan. Dan belum bikin draft postingan juga he he 😛 Intinya, tidak efisien. Makanya saya malas berbuka di keluar.

Pragmatis banget…

Tiga malam ini saya shalat tarawih eh, shalat isya dan tarawih di masjid samping asrama. Dan selama tiga hari itu juga saya mendapati ceramahnya ternyata asik-asik. Pak Cuaca, Pak Gembira, dan Pak Sorban berkesan di hati saya secara menarik.

Yang pertama, Pak Cuaca, gelagatnya mirip Pak Anies Baswedan. Beliau adalah penulis buku motivasi. Gaya bertuturnya simpel tapi ngena. Saya terhanyut dalam ceramah beliau saat itu. Shalat tarawih pun semangat.

Yang kedua, Pak Gembira, berkumis menumpuk di tengah, mirip Charlie Chaplin, tapi gelagatnya mirip Pak Butet Kertaradjasa. Suaranya tegas dan pembawaannya riang. ‘Riang’, ini yang bikin saya ketawa dalam hati. Dibantu dengan gerak kepala dan tangan beliau saat menyampaikan ceramah, saya seolah menemukan kesegaran tersendiri di tengah saf yang lumayan panas saat itu. Shalat tarawih jadi semangat.

Yang ketiga, Pak Sorban, tidak mirip siapa-siapa. Cuma spesial sekali ketika sebentar-sebentar menyampaikan ceramah dalam bahasa Jawa medok atau bahasa Indonesia logat Papua. Ini bikin saya berikut jamaah lainnya tertawa. Persuasinya juga menarik perhatian. Ceramahnya bergaya interaktif dan ‘membaur dengan jamaah’. Humornya sederhana tapi ngena. Bahkan Ibu-Ibu belakang saya sering jawab lontaran-lontaran pertanyaan beliau dengan semangat. Apalagi Bapak-Bapak sering kena sindir khi khi 😀

Sepertinya seterusnya saya mau shalat tarawih ish!, shalat isya dan tarawih di masjid samping asrama saja. Selain penceramahnya asik-asik, juga tidak banyak waktu terbuang. Maksimal jam 8.15 saya sudah pulang.

Pengingat Simpel

dirikanlah shalat

Pak Sorban adalah penceramah tipe pengajak. Jadi beliau lebih sering melakukan persuasi agar jama’ahnya tertarik untuk melakukan sesuatu yang ‘diharapkan’nya.

Seperti : barisan shalat yang ramai ini harus tetap bertahan meski Ramadhan telah usai. Masjid harus tetap ramai. Saf harus tetap penuh. Itu lah spirit masjid. Jama’ahnya memakmurkan rumah Allah.

Tentu sudah jamak diketahui bahwa score shalat berjama’ah adalah 27. Sebagai manusia pengincar pahala, ganjaran jenis ini tentu lebih menjadi pilihan. Masalahnya, pilihan di hati kadang tak sesuai dengan kemampuan diri menaklukan goda-goda nafsu naga pemalas. Makanya, dibutuhkan persuasi kolektif dan jawaban massa biar otak lebih tersugesti karena sudah ‘berikrar’ secara massal di masjid. Mungkin itu maksud Pak Sorban yang terus menerus bertanya kesiapan kami (khusus untuk jamaah laki-laki) untuk tetap stay istiqomah shalat berjama’ah minimal Isya dan Subuh.

Baik sekali ceramah malam itu 😀

Dalam suatu hadis Rasululllah s.a.w. bilang kalau orang yang berjama’ah Isya dan Subuh, seperti shalat sepanjang malam. Jadi kalau ingin dapat pahala seperti shalat malam, lakukanlah dengan berjam’ah shalat Isya dan Subuh.

Klik.

Dalam ibadah banyak ditemukan double point semacam ini. Hanya harus sering-sering ngaji saja supaya banyak tahu hal semacam ini. Yang susah adalah mempraktikannya. Bagaimana supaya Bapak-Bapak sekalian mau shalat berjama’ah Isya dan Subuh? Hayoo… yang di KTP nya tertera berjenis kelamin laki-laki, bagaimana supaya kalian mau senantiasa jama’ahan di masjid?

Pak Sorban memberikan satu tips simpel. Yaitu : berwudhu lah sebelum adzan. Beliau tidak menjelaskan alasannya dan saya juga tidak berusaha mencari dalil pernyataan ini. Tapi saya percaya, kalau menjaga wudhu itu akan memberikan dorongan untuk shalat fardhu di awal waktu. Kalau Bapak-Bapak mestinya dibarengi oleh dorongan untuk melangkahkan kaki ke masjid.

Klik.

So, cukup dengan yang simpel-simpel sesuatu menjadi lebih asik. Seperti sesimpel saya berbuka di rumah. Sesimpel saya tarawih ish! ish!, shalat Isya dan tarawih di masjid terdekat. Ya… sebenarnya asik tidak asik itu memang keputusanmu. Soal simpelnya ganjaran shalat malam yang dapat ‘tersubtitusikan’ dengan shalat jama’ah Isya dan Subuh, tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Seperti kesempurnaan wudhu, jaga hati dari riya, ikhlasnya, dan lain-lainnya. Kita tidak pernah tahu berapa ganjaran yang kita peroleh, tapi kita memang harus berusaha mengejar itu dan melakukan yang terbaik.

Tujuannya? Hem… tentu saja ridha Allah :mrgreen:

Meski ridha Allah tidak mesti dicapai dengan ibadah yang begini-begini atau yang begitu-begitu. Ridha Allah dicapai dengan usaha maksimal hamba-Nya untuk senantiasa bertakwa. Salah satunya ibadah shalat berjama’ah ini.

Iyeay! Babay!

Selamat sore! Jangan tunggu momentum untuk sedekah ya. Orang kere yang hobi sedekah itu lebih ketjeh ketimbang orang kaya yang dermawan lho hi hi… =^_^=

Iklan

9 thoughts on “Ramadhan 06 : Simpel yang Asik

  1. wewh, tausiyahnya bagus mbak Mulya.

    Ah, Cinta hr ke 6 ini udah absen. Kepala pening sekali dan tdak fokus krn memikirkan sesuatu…alhasil vertigonya kumat. 😣

    Smoga bsok bs tarawih bareng lg di masjid terdekat, amin. 😇

    Disukai oleh 1 orang

  2. Kli ini lbih simple bcanya, palaku gak nyut2 lg, hee… tp goresan2 tajamnya ttp terasa bikin aku tersayat-sayat.

    Simple gak nya mslah hati sih ya, as you said, “kputusanmu”

    Suka

Coba deh dikomentarin~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s