Konsisten Kapan-Kapan

kon.sis.ten | tetap, taat asas, ajek, sesuai, selaras

Diskusi sudah,

Di Ruang Serius Blogger Katakawan minggu lalu, kami berdiskusi mengenai bagaimana menjaga konsistensi menulis blog bagi blogger pemula. Di sana Om Ir, blogger yang terbilang aktif memosting artikel setiap hari membagikan beberapa tips dan kami terlibat diskusi secara  interaktif.

Konsisten, seperti kata-nya, dalam konteks menulis, atau dalam hal ini menulis blog pribadi (OK, mari persempit lagi : di blog pribadi yang gratisan :mrgreen: {kebanyakan dari kami memang belum hosting sendiri. Gak tau gak punya modal, gak tau gaptek, gak tau sibuk haha… yang jelas belum saatnya}), mestinya erat berkaitan dengan usaha seseorang untuk tetap keep habit dalam memosting artikel secara berkala di blognya. OK. Berarti, untuk yang tidak punya niatan keep habit, tak perlu lah susah payah memaknai “konsisten”. Karena kamu memang tidak punya tujuan ngeblog.

Tapi-tapi, tak mungkin lah seseorang tak punya tujuan ketika melakukan sesuatu.  Kamu yang bertujuan serius atau yang biasa saja pastilah tetap bertujuan untuk “meraih” sesuatu. Dan untuk meraih itu, kamu perlu disiplin. Disiplin itu dilakukan dengan sebuah konsistensi. Karena kita sedang berbicara soal menulis di blog, wujud konsistensi itu tidak lain adalah dengan memosting.

Memosting untuk mendapatkan kebahagiaan. Memposting untuk berbagi. Memosting untuk menyampaikan ilmu.  Memosting untuk latihan menulis lebih baik. Memosting untuk- memosting untuk…

Mereka punya kadar konsistensinya masing-masing. Semakin besar tujuan, semakin tinggi pula konsistensi yang harus dijalani dan semakin ketat persaingan nafsu kemalasan dengan motivasimu. Bicara soal konsisten dengan diri sendiri saja sudah berapa naga-naga malas yang bangkit? Naga-naga malas yang selalu pandai berdalih dan membuat diri menolelir komitmen otak dengan “Tuan konsistensi”.

Berdiskusi mengenai konsistensi menulis memang baik. Sangat baik karena kami di sana sama-sama membangun mental dan saling mengevaluasi satu-sama lain. Pada akhirnya, tips-tips yang Om Ir bagikan di grup langsung saya bookmark untuk dijadikan semacam panduan ketika otak saya dikuasai naga-naga pemalas. Apresiasi sekali untuk beliau yang bersedia meluangkan waktu diantara kesibukan kerjanya di kantor dan sebagai seorang Ayah, telah membagikan kiat-kiat yang bisa ditiru dalam rangka menjaga konsistensi ngeblog. Apalagi konon Om Ir sendiri online di warnet karena laptopnya rusak khi khi… :mrgreen: *kasian deh lo #kabur

—konsisten kapan?

ka.pan-ka.pan | sewaktu-waktu, sebarang waktu, kapan saja, semau gue (ok enough ini gak ada di KBBI)

Nah, ini dia yang menjadi tujuan diskusi itu sendiri. Membicarakan konsistensi, mengevaluasi, berbagi tips dan akhirnya sama-sama menempuh jalan keep habit dengan lebih segar dan percaya diri. Wait! Ungkapan ini mirip iklan parfum gak sih? OK begini saja : menempuh jalan keep habit dengan energi menulis yang terbarui. Klik.

Pertanyaannya kapan? Kapan mau konsisten menulis?

Yaaa… yang jelas kapan-kapan saja. Kapannya kapan juga siapa yang tahu? Kalau memang sudah ada bersitan untuk mulai take action, langsung saja lakukan. Atau, kalau pun belum ada ilham yang cocok untuk merangsang sinkronisasi otak-otot untuk segera menulis, ya bagaimana lagi? Naga pemalasmu hanya bisa dihancurkan olehmu. lho.

Diskusi  dan tips-tips yang bicara soal bagaimana supaya kamu konsisten menulis hanya berhenti pada tataran memberi saran untuk melakukan ini-itu. Bukan membuatmu bisa melakukan ini-itu.

Jadi, kalau ingin membuat perubahan, lakukan oleh dirimu sendiri. Diskusi dan proses otak menyerap pengetahuan hanya lah jalan agar “gen konsisten menulis” segera terurai formulanya dan bereaksi bersama reaksi-reaksi tubuh yang lain. Kalau memang mau bereaksi, ya buatlah aksi. Kalau jalan sudah terbuka, tinggal mau melangkah saja 😉

Ha? Saya? Ahh~ saya mau bikin es teh dulu. Nanti nyusul lah 🙄

#RuangBlogger #Ruang Serius #BloggerKatakawan

Iklan

21 thoughts on “Konsisten Kapan-Kapan

  1. Sebuah kebetulan, membuka laman reader wordpress dan menjumpai postingan ini. Sekali lagi soal konsisten, saya adalah yang paling payah dalam hal ini “konsisten ngeblog” umur blog sudah cukup tua tapi isi tidak ada. Jadi kosisten memang kapan-kapan kalau tidak disegerakan. Ikutan bikin minum dulu. Es Kopi.

    Suka

  2. Konsisten dan komitment ! Dua hal yang butuh perjuangan untuk mewujudkannya. Kalau saya sendiri, menulis karena menulis adalah terapi. Kadang, ada banyak hal yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata secara verbal, cukup dengan tulisan.
    Hahahaha…
    Niatan orang memang beda-beda ya…

    Salam.

    Disukai oleh 1 orang

  3. aseeek… aku di gosipin disini..
    Konsisten nggak harus setiap hari kan.
    tiap minggu sekali juga termasuk konsisten
    atau istiqomah lah.. meluangkan seminggu sekali untuk nulis itu gak sulit kayaknya..
    semanngat mbak mulya

    Disukai oleh 1 orang

    • Sesekali ghibah-ghibah cantik tak apa lah 😁

      Sippo, soal waktu tampaknya tidak perlu tiap hari, menyesuaikan kemampuan dulu. Kalau sudah kecanduan, otak bisa tiba-tiba pintar (penuh ide sekaligus memiliki daya eksekusi) dan produktiflah menulis tiap hari. Macam On Ir ini 😄

      Disukai oleh 1 orang

  4. Daya serap kita menyerap, tapi mengaplikasikannya menjadi perkara lain dulu. Mau konsisten menulis, ya arus mengambil tindakan, bukan hanya manggut2…

    Hadeuh…ngomong apa to saya, wkwk…

    Disukai oleh 1 orang

  5. yuk kapan kapan kita konsisten ya mas mulya, tapi jangan lupa sekali sekali liburan juga dari kesibukan menulis. tapi sepertinya sekarang baru musim liburan panjang 😀

    Disukai oleh 1 orang

  6. Konsistensi dimulai dari kapan ya? Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab, tapi bukan tak ada jawabannya. Sulitnya itu menerapkannya, tapi bukan berarti tidak bisa karena banyak yang bisa menulis rutin. Tapi sayangnya saya tidak termasuk. hehe

    Tapi kembali lagi kepada prinsip masing2 blogger dan apa tujuannya menulis. Dan soal konsistensi, mungkin bisa disesuaikan dengan kemampuan, Bisa setiap hari menulis, setiap minggu atau setiap bulan satu tulisan.

    Barangkali lho ya, sekedar urun rembug kang Mulya. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Coba deh dikomentarin~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s