Saatnya Cuti

Wello, lama gak buka blog. 

Sebagaimana sebuah pertemuan bermula dengan perpisahan, pun dalam hal ngeblog, yang selama kurang lebih 3 tahun ini saya jalani akhirnya sampai pada ujung lakunya jua. Artinya, saya hendak berhenti ngeblog dan menutup After Reading Panic! 😊

Kaget?

Jangan. Karena hal begini adalah wajar. Dan seperti judul di atas, saya gak benar-benar berhenti kok. Hanya cuti. Saya mau istirahat sebentar untuk menghirup napas. Iya, saya masih bisa dihubungi lewat medsos. Gak benar-benar menghilang. Kalau kalian kangen kan saya jadi repot. ((Idih, PD amat ni bocah. Kayak ada yang bakal kangen aja)) 😑

Jadi, sebagai postingan terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang bersetia membaca, me-like, atau memberi komentar di blog begajul ini. Saya senang banget kenal kalian mesti belum bertemu secara langsung.

Dan jikalau saya ada salah-salah ucap, salah persangkaan, baik yang dilisankan dalam grup atau melalui tulisan sehingga membuat kalian-siapa saja merasa sakit hatinya, atau saya merepotkan kalian; saya minta maaf. Aslinya, saya memang orang ceroboh. Maaf, ya? He he~ 😣

Sebenarnya saya juga agak kaget dengan keputusan cuti ngeblog ini, karena awalnya saya menganggap akan terus ngeblog sampai tutup tahun sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Tapi, rupanya saya punya alasan lain. Rupanya saya memprioritaskan berhenti ngeblog. Cukup mengejutkan karena saya sudah biasa berkeliaran di wordpress. Kalau tetiba saya hapus aplikasinya di hp … rasanya agak sedih. Tapi-tapi! Ini keputusan yang tepat. Hm! Dan yang terbaik menurut saya. Jadi, saya gak menyesal. Toh, aslinya ini cuti. Cuma, dalam waktu yang gak ditentukan.

Karena itu, saya ucapkan selamat tinggal. Sayonaraaa~ Sampai jumpa lagi.  ヽ(´▽`)/ Jangan sedih.

Ohya, dan selamat menjalankan ibadah puasa 😄. Maaf lahir batin. 

NB : Setelah postingan ini akan ada artikel celoteh terakhir dari saya.

Iklan

TIMEline

Aku menatap bayanganku di depan cermin. Disana berdiri sesosok perempuan. Bermata sipit, dengan alis agak tebal dan bertahi lalat di pipi kiri. Kudekatkan wajah hingga dahiku hampir menempel di kaca. Kuperhatikan warna bola mataku, ternyata berwarna kecoklatan. Kukira selama ini warnanya hitam … Baca lebih lanjut

Game yang Pernah Ada di HP

Karena di postingan sebelum ini saya pernah singgung soal game zombi, kali ini saya mau cerita soal game-game berukuran gede yang pernah saya mainkan, ah! 

Sebagai pengguna Android, mestilah kita pernah sekali-dua kali memasang aplikasi permainan di dalamnya, baik yang dimainkan daring maupun luring. Iya, kan? Biasanya semakin baik grafis dan kontrol permainannya, semakin banyak pilihan dan seru permainannya, maka ukuran game-nya pun semakin besar. Omong-omong, berapa sih memori hp kalian? Kalau saya mah kecil, jadi gak bisa simpan game banyak-banyak hehe. Baca lebih lanjut

Tentang Zombi

Wello!

Saya udah lama banget, ya, gak unggah tulisan di blog. Koneksi di sini memang sedang limit-limitnya. Jadi, suka males untuk sekadar balas komentar. Apalagi buka dashboard via desktop. Huh! Bisa berjam-jam lamanya cuman untuk posting satu artikel pendek saja. Itu pun tanpa gambar. Gimana kalau nyisipin gambar? Wes, berujung kesal, deh bloging seret begitu.

Well, kali ini saya mau cerita soal zombi.
Baca lebih lanjut

Pembaruan Blog

Wello. Harusnya sih saya membuat artikel ini saat ultah After Reading Panic! beberapa waktu lalu (yang entahlah, saya sendiri bahkan lupa kapan itu ha ha). Jadi, saya hanya ingin menegaskan satu hal saja. Blog ini saya beri nama After Reading Panic! berdasarkan blog sebelumnya yang bernama After Reading Story.

Blog ARS itu saya buat sebagai blog buku. Isinya resensi segala macam novel dan buku nonfiksi plus artikel-artikel tantangan dari grup pecinta buku. Berhubung saya merasa perlu ngeksis di wilayah personal, saya pun membuat blog baru berjudul After Reading Panic! Yaitu blog ini, yang artikelnya sedang kamu baca ini. He he.

Kembali pada apa yang ingin saya tegaskan, bahwa After Reading Story akan saya tutup. Saya agak repot mengurusi dua akun sekaligus. Tadinya, saya berniat mengisi ARS dengan artikel-artikel resensi sebagaimana tujuan awal pembuatan blog (meski sekarang ter-kick dari grup pecinta buku tersebut gegara saya jarang aktif dan terlebih waktu itu belum punya WA sehingga sulit koordinasi saat kopdar). Tapi, ada daya. Aplikasi wordpress tidak bisa digunakan untuk membuka dua akun secara bersamaan. Bisa sih pakai trik memakai dua browser. Misal, satu dibuka di Chrome, satu dibuka di Mozilla. Tapi, dengan koneksi yang #%^##F*GW0@%! malah bikin saya rempong sendiri. Lagipula, apa Mozilla ada apps versi andriod?

Lah, Mul. Di hp kan ada browser default-nya. Gak usah pakai Mozilla kelles.

Yakelles koneksi lancar jaya. Inner voice sok tahu.

Jadi, mulai sekarang saya akan fokus di blog After Reading Panic! saja. Saya akan unggah resensi yang biasa saya unggah di ARS di sini. Iyeay! Itu saja sih pembaruannya. Sebenarnya bukan pembaruan-pembaruan banget. Mungkin lebih tepatnya penambahan kategori blog. He he.

Well, selamat tinggal After Reading Story. Blog buku kesayangan saya yang kyut dan cwit. Hari-hari saya dulu saat bersamamu sangat indah. Dari sanalah awal saya menemukan beberapa teman Obrolin. Lantas, selamat datang kembali di After Reading Panic! alias blog personal akuisi ARS. Di sini saya merasa lebih dekat dengan kalian. Dan jujur pengen kopdar deh biar bisa tos sip! secara riil dengan kalian. Ahaha!
(Dan setelah itu saya ingin malak kalian *plak! [hati-hati terhadap Mulya Saadi])

Babai. Pusyu!