Saatnya Main

Wellooooo!Β 

Akhirnya setelah setahun lebih saya cuti ngeblog, Panic! beraksi lagi. Yeee. Tepuk tangan meriah untuk saya. πŸ˜…

Apa gerangan saya kok berani-beraninya nongol lagi di jagat maya jurusan perblogan ini? Katanya mau hiatus sebentar dan tak mau diganggu. Ehh ternyata diam-diam sudah bikin blog baru lagi.

😨😨😨😨 Apppwuaaah?!  😨😨😨😨

Iya. Saya bikin blog baru lagi. Hehe. Namanya After Reading Play~♬ Sebut saja si Play. Kenapa sih malah bikin blog baru? Kan mulai lagi dari awal? Sepi. Sunyi. Sendiri. Suwung. πŸƒπŸƒπŸƒ

Ternyata eh ternyata, kenapa saya bikin blog baru adalah karena saya lagi jatuh cinta. Sama siapa? Sama kamu~

<(β€ΎοΈΆβ€Ύ)>ヽ(οΎŸβˆ€οΎŸ)οΎ‰

Sama puisi. Saya dulu pernah bilang kalau saya rada gak cocok sama karya sastra berbentuk puisi soalnya sulit dimengerti dan terasa rempong memahaminya karena butuh kesiapan hati dan pikiran untuk mencerna makna tersembunyi di balik sang lirik. Huft. Makanya gak suka puisi.

Tapi, sejak bulan November 2018 lalu, khususnya setelah coba-coba bikin puisi panjang dan meniru gaya puisi lama Hamzah Fansuri, saya malah ketagihan bikin puisi yang lain. Betulan. Ketagihan. Artinya pandangan saya soal puisi yang rempong banget itu berubah.

Saya jadi suka rempong. 😁😁 Maksudnya saya jadi lebih bisa memaknai sesuatu secara puitis dan mengungkapkannya dalam puisi. Yeeeee! Lebay banget kalau saya menyebut diri tukang syair, wong baru anak sapi kemarin sore. Tapi, bolehlah saya jadi penyair suatu hari nanti. Semacam mewangi abadi dalam bait-bait merdu. Hehe. πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜„

Nah, sejak itulah saya jadi bikin banyak puisi dan tergeraklah hati (*cieee hati) untuk mempostingnya di blog. Tapi, ya ndilalahnya saya bikin blog baru sebab merasa diri sendiri jadi pribadi yang ‘baru’. 😁😁

Anyway, saya suka puisinya Gus Mus. Favorit banget. 😍😍 Selain Gus Mus, saya juga suka puisinya Cak Nun, Candra Malik, Kuntowijoyo, dan Jokpin. Selain itu saya juga suka bait-baitnya Rumi, maqolah-maqolah di al Hikam, sedikit dari Gibran dan Iqbal, dan kutipan-kutipan puitik al Gazali. Hehe. Kalau kalian suka puisinya siapa? πŸ˜€

Gitu aja sih. Saya cuma say hello ke kalian. Wellooooo!

ヽ(Β΄β–½ο½€)/οΌˆγ€œ^βˆ‡^)γ€œ (γƒŽ^_^)γƒŽ

Saya ngeblog lagi, lho. Tapi, di blog yang baru. Kangen saya? Silakan mampir di After Reading Play~♬ Gak kangen saya? Ya udah, gak apa-apa. Masalah buat gue? 😝😝

Bye. Salam selamat datang lagi dan sampai jumpa. 😘

mulya via selfie

Iklan

Saatnya Cuti

Wello, lama gak buka blog.Β 

Sebagaimana sebuah pertemuan bermula dengan perpisahan, pun dalam hal ngeblog, yang selama kurang lebih 3 tahun ini saya jalani akhirnya sampai pada ujung lakunya jua. Artinya, saya hendak berhenti ngeblog dan menutup After Reading Panic! 😊

Kaget?

Jangan. Karena hal begini adalah wajar. Dan seperti judul di atas, saya gak benar-benar berhenti kok. Hanya cuti. Saya mau istirahat sebentar untuk menghirup napas. Iya, saya masih bisa dihubungi lewat medsos. Gak benar-benar menghilang. Kalau kalian kangen kan saya jadi repot. ((Idih, PD amat ni bocah. Kayak ada yang bakal kangen aja)) πŸ˜‘

Jadi, sebagai postingan terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang bersetia membaca, me-like, atau memberi komentar di blog begajul ini. Saya senang banget kenal kalian mesti belum bertemu secara langsung.

Dan jikalau saya ada salah-salah ucap, salah persangkaan, baik yang dilisankan dalam grup atau melalui tulisan sehingga membuat kalian-siapa saja merasa sakit hatinya, atau saya merepotkan kalian; saya minta maaf. Aslinya, saya memang orang ceroboh. Maaf, ya? He he~ 😣

Sebenarnya saya juga agak kaget dengan keputusan cuti ngeblog ini, karena awalnya saya menganggap akan terus ngeblog sampai tutup tahun sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Tapi, rupanya saya punya alasan lain. Rupanya saya memprioritaskan berhenti ngeblog. Cukup mengejutkan karena saya sudah biasa berkeliaran di wordpress. Kalau tetiba saya hapus aplikasinya di hp … rasanya agak sedih. Tapi-tapi! Ini keputusan yang tepat. Hm! Dan yang terbaik menurut saya. Jadi, saya gak menyesal. Toh, aslinya ini cuti. Cuma, dalam waktu yang gak ditentukan.

Karena itu, saya ucapkan selamat tinggal. Sayonaraaa~ Sampai jumpa lagi.  ヽ(Β΄β–½ο½€)/ Jangan sedih.

Ohya, dan selamat menjalankan ibadah puasa πŸ˜„. Maaf lahir batin.Β 

TIMEline

Aku menatap bayanganku di depan cermin. Disana berdiri sesosok perempuan. Bermata sipit, dengan alis agak tebal dan bertahi lalat di pipi kiri. Kudekatkan wajah hingga dahiku hampir menempel di kaca. Kuperhatikan warna bola mataku, ternyata berwarna kecoklatan. Kukira selama ini warnanya hitam … Baca lebih lanjut

Pengalaman Baru Membaca

Kali ini saya membaca ulang novel misteri The Dead Return karangan penulis Jepang bernama Akiyoshi Rikakoβ€”yang 3 novel lainnya juga sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Haru. Saya pernah mengulas ceritanya di blog After Reading Story. Tapi, itu tidak penting.

Perasaan saya saat ini yang terpenting.

Eilah πŸ˜‘πŸ˜‘
Baca lebih lanjut

Game yang Pernah Ada di HP

Karena di postingan sebelum ini saya pernah singgung soal game zombi, kali ini saya mau cerita soal game-gameΒ berukuran gede yang pernah saya mainkan, ah!Β 

Sebagai pengguna Android, mestilah kita pernah sekali-dua kali memasang aplikasi permainan di dalamnya, baik yang dimainkan daring maupun luring. Iya, kan? Biasanya semakin baik grafis dan kontrol permainannya, semakin banyak pilihan dan seru permainannya, maka ukuranΒ game-nya pun semakin besar. Omong-omong, berapa sih memori hp kalian? Kalau saya mah kecil, jadi gak bisa simpan game banyak-banyak hehe. Baca lebih lanjut

Tentang Zombi

Wello!

Saya udah lama banget, ya, gak unggah tulisan di blog. Koneksi di sini memang sedang limit-limitnya. Jadi, suka males untuk sekadar balas komentar. Apalagi buka dashboard via desktop. Huh! Bisa berjam-jam lamanya cuman untuk posting satu artikel pendek saja. Itu pun tanpa gambar. Gimana kalau nyisipin gambar? Wes, berujung kesal, deh bloging seret begitu.

Well, kali ini saya mau cerita soal zombi.
Baca lebih lanjut